Tribun

Terpidana Kasus Penyunatan Dana Rehabilitasi Gempa Bumi Bantul Diringkus, Jadi Buronan 8 Tahun

Penangkapan Lilik bermula saat tim intelijen Kejati DIY memperoleh informasi terpidana tengah berada di Bandung karena terdapat keluarga yang bekerja

Editor: Eko Sutriyanto
Terpidana Kasus Penyunatan Dana Rehabilitasi Gempa Bumi Bantul Diringkus, Jadi Buronan 8 Tahun
Tribunjogja/Miftahul Huda
Terpidana kasus korupsi dana rehabilitasi gempa Bantul tiba di Kantor Kejati DIY, Selasa (19/10/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA  -  Lilik Karnaen,  terpidana kasus korupsi program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa bumi Bantul 2007 ditangkap tim  Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY bersama Kejati Jawa Barat.

Lilik, bekas pengajar di salah satu kampus swasta di Kota Yogyakarta ditangkap, Selasa (19/10/2021) dini hari di sebuah hotel di Kota Bandung

Plt. Kepala Kejati DIY, Tanti A. Manurung menerangkan, Lilik kabur sejak 2013 silam setelah dirinya dinyatakan bersalah dalam Putusan Mahkamah Agung RI Nomor l: 188 K/PID.SUS/2013 tanggal 10 Juli 2014.

Kasus ini sendiri berlangsung cukup lama dan jaksa penuntut umum (JPU) sempat melakukan banding serta kasasi di tingkat Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jogja dan Pengadilan Tinggi Jogja. 

Dalam amar putusan MA, Lilik terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut serta menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan jika denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. 

Tanti menyebut, terjeratnya Lilik dalam kasus ini karena perannya sebagai tim koordinator ahli madya teknik sipil program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa bumi di Bantul bersama dengan Lurah Desa Dlingo Juni Junaidi. 

Baca juga: Bareskrim Tangkap 10 Buronan Pelaku Kasus TPPO Hingga Penipuan 2.705 Calon Jemaah Umrah

Perkara keduanya diajukan secara terpisah dan telah dieksekusi menjalani pidana penjara selama 4 tahun pada tahun 2013 lalu. 

"Kasus terjadi pada Juni 2007 - Agustus 2007 di Dlingo Kabupaten Bantul.

Keduanya telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pemotongan dana bantuan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa bumi yang bersumber dari APBN," jelas Tanti. 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas