Tribun

Kronologi Laporan Korban Rudapaksa Ditolak karena Belum Vaksin, Kapolresta Banda Aceh Membantah

Gadis korban rudapaksa diduga ditolak saat membuat laporan ke Polresta Banda Aceh karena tidak memiliki sertifikat vaksin.

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Tiara Shelavie
Kronologi Laporan Korban Rudapaksa Ditolak karena Belum Vaksin, Kapolresta Banda Aceh Membantah
Serambi Indonesia/Net
Ilustrasi pelecehan - Gadis korban rudapaksa diduga ditolak saat membuat laporan ke Polresta Banda Aceh. Alasan penolakan karena korban tidak memiliki sertifikat vaksin. 

TRIBUNNEWS.COM - Gadis korban rudapaksa diduga ditolak saat membuat laporan ke Polresta Banda Aceh.

Alasan penolakan karena korban tidak memiliki sertifikat vaksin.

Peristiwa itu menimpa gadis berusia 19 tahun di Aceh Besar, Aceh.

Terkait dengan kejadian tersebut, Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh angkat bicara.

Kronologi kejadian

Mengutip Kompas.com, peristiwa bermula saat korban membuat laporan ke Polresta Banda Aceh, Senin (10/10/2021).

Saat itu, korban didampingi oleh aktivis dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Banda Aceh.

"Tapi sampai di gerbang Polresta, petugas melarang masuk, karena korban tidak memiliki sertifikat vaksin," kata Kepala Operasional YLBHI-LBH Banda Aceh Muhammad Qodrat dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Meski sempat tertahan di pintu gerbang, korban bersama kuasa hukum dari LBH akhirnya bisa masuk ke dalam halaman Polresta.

Baca juga: Bibi Pergi, Remaja Tega Rudapaksa Adik Kandung di Kamar Mandi, Alasannya Sering Nonton Video Dewasa

Baca juga: Kronologi Remaja Dirudapaksa Lima Pemuda di Pasar, Teriakan Minta Tolong Didengar sang Ayah

Hal itu setelah ada dua anggota LBH yang memiliki sertifikat vaksin.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas