Tribun

Mayat Bocah Korban Tenggelam di Aceh Ditemukan Berjarak 4 Kilometer dari Lokasi Awal Jatuh

Puluhan warga melakukan pencarian dan ditemukan sandal dekat saluran irigasi semakin memperkuat dugaan anaknya tenggelam di saluran irigasi

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mayat Bocah Korban Tenggelam di Aceh Ditemukan Berjarak 4 Kilometer dari Lokasi Awal Jatuh
SERAMBINEWS/FOTO KIRIMAN WARGA
Warga memadati saluran irigasi Pante Lhong di kawasan Desa Matang Sagoe, Peusangan Bireuen mencari anak tenggelam, Kamis (21/04/2022) malam. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris 

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Dilaporkan menghilang sejak Kamis (21/04/2022) pukul 17.00 WIB, Ramadhan (6) ditemukan tak bernyawa, Jumat  Jumat (22/04/2022)  pukul 00.30 WIB.

Anak dari pasangan Abdullah (48) dan Mariati (41) warga Desa Matang Sagoe, Peusangan Bireuen ditemukan di saluran irigasi kawasan Desa Matang Cot Paseh, Peusangan atau berjarak sekitar 4 KM dari lokasi dugaan jatuh.

Informasi diperoleh Serambinews.com, diperkirakan sekitar pukul 16.00 WIB, anaknya keluar bermain seperti biasa, namun hingga pukul 18.30 WIB tidak kembali ke rumah yang juga berdekatan dengan saluran irigasi.

Akhirnya orang tua korban mencari dan menanyakan kepada sejumlah orang, namun tidak ada yang mengetahui melihat keberadaannya dan kemudian melaporkan ke Polsek Peusangan dimana anaknya diduga hilang atau tenggelam di saluran irigasi.

Puluhan warga melakukan pencarian dan ditemukan sandal dekat saluran irigasi semakin memperkuat dugaan anaknya tenggelam di saluran irigasi yang airnya penuh karena pintu air sudah dibuka.

Baca juga: Mengenang Setahun Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Patroli Keabadian sang Monster Bawah Laut

Usaha pencarian maksimal dilakukan usai shalat magrib melibatkan puluhan warga desa, ada yang berenang mencari di dalam saluran irigasi, pintu air dan sepanjang saluran primer tersebut.

Sejumlah anggota Polsek Peusangan yang dipimpin Kapolsek Peusangan turut ke lokasi bersama warga korban.

Sekitar pukul 24.00 WIB, Kamis (21/04/2022) tim Damkar, SAR Bireuen turun ke lokasi mencari korban bersama warga.

Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kapolsek Peusangan, Iptu Abdul Mufakhir SH kepada Serambinews.com mengatakan, menurut keterangan orangtua korban anaknya diduga hilang sekira pukul 17.00 WIB, anaknya bernama Ramadhan keluar dari rumah memberitahukan kepada orang tuanya ia ingin bermain bersama temannya.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Kamis (21/04/2022) orang tuanya sedang menunggu saatnya waktu berbuka puasa ternyata anaknya belum pulang kerumah.

Kemudian orang tuanya mencari keberadaan anaknya di seputaran rumah dan ke tetangganya namun tidak ditemukanya.

 Selanjutnya orang tua korban melaporkan atas kejadian tersebut ke Polsek Peusangan, sejumlah personel Polsek Peusangan yang dibantu warga setempat langsung menyisir lokasi yang diduga anak tersebut jatuh dalam irigasi yang tidak jauh dari rumahnya.

Usaha pencarian bersama dengan menyisir, menyelam dan akhirnya korban ditemukan di saluran irigasi kawasan Desa Matang Cot Pase atau berjarak sekitar 4 KM dari lokasi kejadian sekitar pukul 00.30 WIB, Jumat (22/04/2022), korban segera dibawa pulang ke rumah duka.

Abdullah orang tua korban kepada Serambinews.com mengatakan, anaknya minta izin bermain, namun menjelang berbuka belum pulang, warga mencari dan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia karena tenggelam di kawasan saluran irigasi Matang Pase, Peusangan.

Korban langsung dibawa pulang ke rumah dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya dan meninggal karena tenggelam.(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Seorang Bocah di Bireuen Ditemukan Meninggal usai Tenggelam dalam Saluran Irigasi

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas