Tribun

Tahanan Meninggal di Ruang Tahanan, Keluarga Korban: Saya Tidak Percaya Polrestabes Medan

Keluarga tahanan yang tewas di dalam tahanan mengaku tidak percaya terhadap kinerja Polrestabes Medan.

Editor: Erik S
zoom-in Tahanan Meninggal di Ruang Tahanan, Keluarga Korban: Saya Tidak Percaya Polrestabes Medan
TRIBUN MEDAN/HO
Polrestabes Medan Keluarga tahanan yang tewas di dalam tahanan mengaku tidak percaya terhadap kinerja Polrestabes Medan. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Keluarga tahanan yang tewas di dalam tahanan mengaku tidak percaya terhadap kinerja Polrestabes Medan.

Itu sebabnya keluarga tersebut membuat aduan langsung ke Polda Sumatera Utara.

Diketahui Hendra Syahputra (49) seorang tahanan dugaan kasus pecabulan tewas di ruang tahanan.

"Saya tidak percaya dengan kinerja Polrestabes Medan, makanya saya tidak pernah mengadu kesana dan langsung buat pengaduan ke Propam Polda Sumut. Karena dari tiga nama oknum polisi yang diduga kuat menyiksa abang saya tak satu pun menjalani hukuman dan seolah dilindungi, " kata Hermansyah, adik korban, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Menko PMK: Kawasan Asia Tenggara Memiliki Ketahanan Sosial untuk Hadapi Disrupsi

Hermansyah mengatakan, jika abangnya meninggal dunia di dalam penjara Polrestabes Medan 10 hari menjalani penahanan.

Saat meninggal dunia, kondisi jenazah Hendra dipenuhi luka lebam di bagian kepala, badan, mata dan kaki.

"Setau saya ada tiga Polisi yang diduga terlibat satu itu Kasat Tahanan dan Barang Bukti AKP Asen Samosir, kemudian Leonardo Sinaga dan Andi. Dan setau saya mereka belum ada menjalani hukuman," tambah dia.

Tak hanya itu, Herman pun perna melihat rekaman CCTV di Polda Sumut yang memperlihatkan abangnya disiksa secara tidak etis di penjara Polrestabes Medan dengan pria menggunakan baju cokelat.

Baca juga: Kompolnas Minta Valentino Bereskan Dugaan Tahanan Tewas Disiksa di Rutan Polrestabes Medan

Tak hanya petugas, sejumlah tahanan juga ikut serta menyiksa Hendra. Para pelaku secara bergantian melakukan penyiksaan atas perintah oknum polisi yang bertugas.

Kepada korban, para tahanan kemudian meminta sejumlah uang keamanan kepada korban dan keluarganya.

"Pada saat itu saya dilibatkan rekaman CCTV di Polda bagaimana abang saya disiksa oleh pria berbaju coklat apalagi kalau bukan petugas. Kemudian waktu saya video call itu tahanan memukul abang saya sekalian meminta uang agar dikirim ke nomor rekening atas nama salah satu polisi di sana," kata dia.

Baca juga: Hamil Besar, Tersangka Kasus Investasi Bodong Kontraksi di Tahanan Polresta Balerang

Hermansyah pun berharap agar kasus penyiksaan tersebut dapat juga menghukum para polisi yang terlibat.

"Kalau kami dari keluarga hanya mau siapa pun yang terlibat harus dihukum. Tidak hanya para napi tapi juga polisi yang bertugas dan ikut melakukan penyiksaan," tutupnya.

(Penulis: Anugrah Nasution)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul KELUARGA Tahanan yang Tewas Kecewa Polisi yang Diduga Siksa Abangnya Tidak Ditahan

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas