Tribun

Razia Warung Kopi di Kabupaten Gresik, PSK hingga Pramusaji Diamankan ke Kantor Satpol PP

Hasil operasi Cipta Kondisi di dua warung kopi, Satpol PP Kabupaten Gresik amankan 9 wanita terdiri dari PSK hingga pramusaji.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Razia Warung Kopi di Kabupaten Gresik, PSK hingga Pramusaji Diamankan ke Kantor Satpol PP
ISTIMEWA
Diduga Panti pijat plus-plus berkedok Warung Kopi dirazia Satpol PP Padang di kawasan Jalan Niaga, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang Sumatera Barat pada Selasa (31/5/2022). Sembilan perempuan terjaring operasi Cipta Kondisi yang dilakukan Satpol PP guna mencegah prostitusi di Kabupaten Gresik, mereka diamankan dari dua warung kopi berbeda. 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Sembilan perempuan terjaring operasi Cipta Kondisi yang dilakukan Satpol PP guna mencegah prostitusi di Kabupaten Gresik, mereka diamankan dari dua warung kopi berbeda.

Mayoritas yang diamankan dari warung kopi masih berusia 19 tahun, ketika dihampiri petugas Satpol PP mereka ada yang sembunyi hingga berupaya kabur. 

Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Suprapto mengatakan sebanyak lima orang perempuan diduga PSK diamankan di Warung Kopi Samaleak, Kecamatan Kedamean.

Dalam penertiban itu, empat wanita sembunyi di dalam sebuah kamar. Satu orang diamankan sedang melarikan diri.

Baca juga: Razia Kamar Kos, Satpol PP Kabupaten Pekalongan Amankan 6 Pasangan Bukan Suami Istri sedang Ngamar

Lanjut operasi menyasar warung kopi di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.

Satpol PP kemudian mengamankan empat wanita pramusaji.

"Total Sebanyak sembilan wanita yang terjaring razia dibawa ke Mako Satpol PP," ucapnya, Rabu (22/6/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lima wanita yang terjaring di Samaleak mengakui bekerja melayani pria hidung belang.

Diketahui, identitasnya A asal Kuningan, SA, T asal Cirebon keduanya berusia 19 tahun, TR Brebes dan P asal Sulawesi Tenggara.

Baca juga: 8 PSK dan 2 Pria Hidung Belang Terjaring Razia Operasi oleh Samapta Polres Probolinggo

Kelima perempuan tersebut langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk dilakukan pembinaan.

 Sedangkan empat wanita di Ngabetan merupakan pelayan di warung kopi lalu diberi surat pernyataan menjaga ketentraman dan ketertiban serta tidak menyediakan karaoke.

"Ke depan, kami akan mengundang kepala desa untuk melakukan koordinasi dalam rangka penataan warung agar lebih tertib," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Razia Warung Kopi di Kabupaten Gresik, 4 Cewek yang Sempat Sembunyi Ngaku Beri Layanan Ini

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas