Tribun

Kasus Kawin Tangkap ANG Kini Ditangani Polisi, Bagaimana Sebenarnya Tradisi Kawin Tangkap di Sumba?

Kasus kawin tangkap yang dialami ANG, wanita asal Kecamatan Kota Waikabubak kini ditangani Polres Sumba Barat.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kasus Kawin Tangkap ANG Kini Ditangani Polisi, Bagaimana Sebenarnya Tradisi Kawin Tangkap di Sumba?
Istimewa
Ilustrasi penculikan. Kasus kawin tangkap yang dialami ANG, wanita asal Kecamatan Kota Waikabubak kini ditangani Polres Sumba Barat. Polisi dalam hal ini menangani kasus dugaan tindak pidana penculikan, membawa lari perempuan, dan atau perampasan kemerdekaan atau kawin tangkap yang dilakukan oleh LB terhadap ANG. 

Karena kesal, ANG berusaha menghubungi WB melalui telepon seluler tetapi tidak ada jawaban.

ANG dan keluarganya merasa sangat malu karena telah mengundang warga sekitar.

Salah satu keluarga korban berinisial BN, lalu menawarkan kepada LB agar bersedia menggantikan posisi WB untuk melamar ANG sebagai istrinya.

Tindakan itu dilakukan untuk menutupi rasa malu dan mengangkat harga diri keluarga ANG.

LB pun akhirnya menyanggupi ide itu.

Sehingga, berdasarkan adat dan kebiasaan di Sumba, maka LB mengambil seekor kuda milik salah satu perangkat desa.

Kemudian LB mengikat kuda tersebut di depan rumah ANG sebagai tanda kalau ia hendak melamar.

Setelah itu, LB langsung masuk ke dalam kamar ANG bersama tiga orang lainnya.

Mereka langsung mengangkat tubuh ANG secara paksa dan hendak membawa ke rumah LB.

Ayah kandung ANG, NN (60) hanya bisa diam menyaksikan anak gadisnya diambil LB dan tiga pria lainnya.

Sementara ibu ANG sempat histeris dan pingsan menyaksikan anak gadisnya dibopong empat pemuda ke atas kendaraan.

LB dan tiga rekannya mengangkat dan membawa ANG ke luar rumah dengan cara dibopong.

ANG lalu dinaikkan ke atas mobil bak terbuka.

Selanjutnya ANG dibawa ke rumah LB.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas