Tribun

Sekda NTT Tewas dalam Lakalantas, Kapolresta Kupang : Evakuasi Lama karena Korban Terjepit

Polisi berupaya mengevakuasi dengan cepat namun terkendala keterbatasan sarana dan prasarana sehingga evakuasi menjadi cukup lama

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sekda NTT Tewas dalam Lakalantas, Kapolresta Kupang : Evakuasi Lama karena Korban Terjepit
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.BASARNAS KUPANG
EVAKUASI - Tim SAR sedang melakukan evakuasi korban atas nama Domu Warandoy selalu Sekda NTT. Korban terjepit badan mobil pasca kecelakaan di Kota Kupang. Minggu 2 Oktober 2022 dinihari. 

Laporan Wartawan Pos Kupang  Paul Burin


TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -
Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Timur, Domu Warandoy meninggal dunia dalam kecelakaan maut di di ruas jalan Frans Seda, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto membeberkan kronologis kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa Domu Warandoy itu.

Diketahui saat kejadian korban menumpang mobil Toyota Fortuner.

Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, tadi malam saat polisi melaksanakan kegiatan patroli, pengendalian dan pengawasan serta penegakan hukum terhadap kegiatan kenalpot resing dan balap liar, anggota melihat adanya kendaraan yang secara tiba-tiba, tidak terkendali dan kemudian dia berhenti di antara jalan dan pohon.

Baca juga: Siswa di Kupang Hajar Ibu Gurunya Dalam Ruang Kelas, Korban Ditendang dan Dipukul, Ini Kronologinya

"Jadi posisi anggota melihat itu, langsung turun dan kemudian kami di hubungi dengan tim patroli dan pengawasan itu, kurang lebih jaraknya itu sekitar 300 m dari TKP," kata Rishian.

Kemudian ia datang untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

"Saat itu kita memang belum mengetahui dan belum memastikan korban ini siapa, karena memang kita sedang melakukan evakuasi dan memang agak sulit," katanya.

Evakuasi ini berjalan cukup lama karena posisi korban di dalam keadaan terjepit, dan kemudian mobil ini juga terjepit di antara jalan dan pohon.

Dilihat dari kondisi kendaraan, kuat dugaan saat itu kendaraan melaju tidak terkendali dan  tidak terkontrol.

"Waktu kita ke TKP kita mencoba untuk menyelamatkan korban, karena kita melihat masih ada gerakan tapi memang kita sudah berupaya untuk mengevakuasi dengan cepat terkendala keterbatasan sarana dan prasarana evakuasi itu," katanya.

Saat itu kita pegang memang masih ada gerakan.

"Tadi pagi itu yang ada di TKP melakukan evakuasi setelah anggota kita sampai di TKP dan kemudian melihat korban, saya langsung menghubungi pihak pemadam dan Basarnas untuk melakukan evakuasi terhadap kendaran dan korban," katanya.

Terjepit 2 Jam 

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas