Kisah Ahmad Kehilangan Ibu, Istri dan Anak Saat Warungnya di Jalan Cipanas-Puncak Disapu Longsor
Saat gempa Cianjur ibu istri dan anak Ahmad yakni Nining (70), Karmila (50) dan Siti Sakinah (21) berada di dalam warung
Editor: Eko Sutriyanto
"Ibu saya ketemunya sudah jauh dari titik longsoran warung. Jenazahnya ditemukan di dekat kali," kata Ahmad.
Proses identifikasi jenazah Nining di RSUD Sayang Cianjur tak berlangsung lama karena Ahmad dan para dokter di RSUD Cimacan segera mengenali jasad yang baru ditemukan hari itu sebagai jasad Nining dari sejumlah ciri fisik yang diberikan Ahmad.
Nining kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Desa Sarampat, Kecamatan Cugenang.
Ahmad mengaku sangat menyadari kematian adalah takdir yang telah ditentukan oleh Yang Mahakuasa.
Baca juga: Cerita Korban Selamat dari Tertimbun Longsor saat Gempa Cianjur
"Dari hari Senin sudah di sini, setiap hari saya ke sini, kadang kala tidur di tenda. Sudah tujuh hari bertahan di sini.
Bukannya saya enggak rela mereka diambil sama Allah, karena nyawa itu takdir Allah. Tapi kalau saya enggak ada di sini, bagaimana keluarga?" ujarnya.
Sebanyak 160 kantong jenazah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur sejak gempa mengguncang Senin, pekan lalu. Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Irjen Pol A Nyoman Eddy P, mengatakan dari ke-160 kantong mayat itu, tiga kantong di antaranya adalah body part atau bagian tubuh manusia.
Hari ini kami berhasil mengidentifikasi lima jenazah. Jadi total sudah 145 jenazah yang telah teridentifikasi," ujarnya di RSUD Sayang, kemarin.
Ia mengatakan, sejauh ini masih terdapat tujuh kantong jenazah yang masih dalam proses identifikasi petugas DVI gabungan dari Polres Cianjur, Polda Jabar dan Mabes Polri,
"Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diharapkan segera untuk datang ke posko terdekat dengan membawa berkas kependudukan dan rekaman medis keluarga mereka yang hilang," ujarnya.
Memasuki hari ketujuh pascabencana, korban jiwa yang berhasil ditemukan terus bertambah.
"Hari ini ada tiga jenazah yang ditemukan petugas gabungan, sehingga jumlah korban jiwa gempa bumi Cianjur menjadi 321 orang," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto di Pendopo Cianjur, kemarin.
Hingga kemarin, sebanyak 108 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Lima di antaranya dirawat di RSUD Cimacan, sisanya tersebar di RSUD Sayang, dan rumah sakit-rumah sakit lainnya termasuk di RSUP Hasan Sadikin Bandung. (tribunnetwork/fauzi noviandi/malvyandie/fersianus)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kisah Korban Gempa Cianjur, Sudah 7 Hari Mencari Keluargnya di Titik Longsor, Tanpa Rasa Lelah
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.