Anggota Polisi Tewas Dianiaya di Kalteng: Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati, Polisi Kejar 4 Buronan
Keluarga meminta agar pelaku pembunuhan Aipda Andre Wibisono dijatuhi hukuman mati.
Editor: Erik S
Diketahui, Anggota polisi Polda Kalteng Aipda Andre Wibisono dinyatakan meninggal dunia akibat dikeroyok oleh sejumlah orang di kawasan Kompleks Puntun Jalan Rindang Banua.
Hasil visum di RS Bhayangkara Palangkaraya ada sembilan titik luka yang ditemukan dari jasad korban.
Tim gabungan dari Polda Kalteng, Polresta Palangkaraya, dan Polsek Pahandut kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap 8 orang.
Dari jumlah tersebut, enam orang di antaranya terlibat dalam pengeroyokan Aipda Andre Wibisono.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro menjelaskan selain mengamankan delapan orang terduga pengeroyokan, tim juga mengamankan barang bukti dan narkoba jenis sabu.
"Enam orang terlibat langsung, baik memukul, mengeroyok dan seterusnya. Kemudian dari dua orang diamankan ditemukan barang bukti Sabu," ujar Eko.
Barang bukti yang diamankan berupa parang, gotri, linggis dan kayu diamankan guna penyelidikan lebih lanjut, mengungkap motif penganiayaan yang berujung kematian Aipda Andre.
Eko menjelaskan hasil visum bidokkes Polda Kalteng, korban mengalami luka tembak softgun di bagian leher, sayatan dan pukulan benda tumpul. Korban meninggal di lokasi, dengan sembilan titik luka akibat dikeroyok.
"Untuk motifnya masih didalami, pelaku masih diperiksa," ujar Eko.
Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Jenazah Aipda Andre Wibisono Dimakamkan, Keluarga Minta Pelakunya Dijatuhi Hukuman Mati
dan
Polisi Kejar 4 Buronan Pengeroyok Anggota Polisi hingga Tewas di Palangka Raya
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.