Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Firasat Anak Korban Pembunuhan Dukun Sadis di Banjarnegara, Sempat Peringatkan Ayah

Anak korban pembunuhan dukun palsu dengan modus penggandaan uang di Banjarnegara, akui sempat ingatkan ayahnya agar tidak menemui dukun tersebut.

Penulis: Ifan RiskyAnugera
Editor: Daryono
zoom-in Firasat Anak Korban Pembunuhan Dukun Sadis di Banjarnegara, Sempat Peringatkan Ayah
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Dukun pengganda uang Banjarnegara Tohari alias Mbah Slamet, saat dihadirkan polisi di lokasi penemuan 12 mayat di kebun singkong milik orangtua Tohari di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Banjarnegara, Selasa (4/4/2023). 

TRIBUNNEWS.COM - Anak korban pembunuhan dukun palsu pengganda uang di Banjarnegara, Glydas Permana mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat memperingatkan sang ayah.

Glydas Permana mengatakan telah memperingatkan ayahnya agar tidak menemui dukun palsu tersebut.

"Saya sudah berusaha ngomong ke ayah agar tidak melakukan itu," ungkap Glydas Permana, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (5/3/2023).

Ia menuturkan bahwa sang ayah tidak mendengarkannya dan masih tetap nekat menemui dukun sadis itu.

"Memang ayah saya masih ngeyel, kekeh tetap melakukannya lagi," ujar Glydas.

Kuasa hukum keluarga korban, Heri Tanjung pun mengatakan bahwa proses penyelidikan terhadap dukun palsu tersebut berjalan dengan lancar.

Baca juga: Kronologi Terungkapnya Kasus Dukun Sadis Banjarnegara, Tewaskan 12 Orang, Modus Gandakan Uang

Sebelumnya penyelidikan yang hanya fokus terhadap laporan orang tua Glydas Permana, semuanya pun menjadi terungkap.

BERITA REKOMENDASI

"Semua berjalan dengan lancar dan semua terungkap."

"Yang tadinya fokus kepada orang tuanya beliau (Glydas), akhirnya ditemukan puluhan korban yang ditemukan jasadnya," kata Heri Tanjung.

Dalam temuan jasad korban dukun palsu tersebut, kata Heri, ditemukan ada yang sudah menjadi tulang belulang.

Sementara untuk ayah Glydas, jasadnya ditemukan masih utuh.

"Yang ditemukan jasadnya ada yang sudah menjadi tulang belulang, tetapi alhamdulilah jasad ayah Glydas masih utuh," terangnya.

Diketahui, kasus dukun pengganda uang yakni Tohari (45) alias Mbah Slamet tengah menjadi perhatian publik.

Mbah Slamet merupakan warga di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dukun tersebut telah menghabisi 12 nyawa orang dan mengubur jenazah mereka di jalan setapak menuju hutan sekitar rumah pelaku.

Ditemukan juga beberapa jenazah terkubur dalam satu lubang.

Terdapat beberapa jenazah korban yang sulit teridentifikasi, sebab aksi bejat dukun tersebut sudah dilakukan sejak 2020.

Mbah Slamet Lakukan Ritual Sebelum Eksekusi Korban

Dukun pengganda uang di Banjarnegara, Mbah Slamet alias Tohari selalu melakukan ritual sebelum mengakhiri hidup para korbannya.

Berdasarkan pengakuan, Mbah Slamet mengajak korbannya berangkat melakukan ritual sejak sore hari sekiranya pukul 16.00 WIB di lahan pertanian miliknya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Sementara ritual penggandaan uang dilakukan pukul 19.30 WIB

Mbah Slamet mengaku takut jika terlalu malam lantaran lokasi kejadian yang sangat sepi.

Diakuinya, tidak ada ritual khusus saat itu.

Ia menyebut ritual hanya berupa obrolan antara dirinya dan para korban.

"Kalau kemalaman, takut. Jadi, berangkatnya agak siangan. Prosesi ritual sekitar satu jam. Ritualnya cuma ngobrol-ngobrol saja," kata Mbah Slamet, Selasa (4/4/2023).

Dalam proses ritual penggandaan uang itu, Mbah Slamet memberikan para korbannya minuman yang berisi racun.

Para korban yang diberi minuman tersebut tak mengetahui bahwa yang ia teguk tersebut adalah racun.

Diduga, para korban menyangka bahwa minuman tersebut merupakan bagian dari ritual penggandaan uang.

Minuman yang berisi racun potasium itu membuat korbannya tak berdaya dalam kurun waktu lima menit.

Mbah Slamet mengakui bahwa racun tersebut bereaksi sangat cepat ke korbannya.

“Korbannya hanya muntah sedikit, lalu tidak terasa apa-apa,” ujarnya.

Sebelum mengubur, ia memastikan para korbannya sudah benar-benar meninggal dunia dengan memegang nadinya.

(Tribunnews.com/Ifan/Linda Nur Dewi R)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas