Pj Bupati Sorong: Demokrasi Jadi Sarana Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat
Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso memastikan, politik identitas tak mempengaruhi masyarakat Kabupaten Sorong menghadapi Pemilu 2024.
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso memastikan, politik identitas tak mempengaruhi masyarakat Kabupaten Sorong menghadapi Pemilu 2024.
Sebab, masyarakat di Kabupaten Sorong memiliki toleransi tinggi dalam menjaga keberagaman.
Hal ini karena daerah tersebut lebih menjunjung tinggi proses demokrasi ketimbang aspek politik lainnya.
"Seni mengelola politik harus berorientasi kepada kepentingan rakyat dan negara. Jadi demokrasi harus melahirkan pemimpin yang berkualitas," kata Yan Piet Mosso, ditemui wartawan dalam acara Apresiasi Pewarna Indonesia (API) di Gedung Nusantara V DPR, Jakarta, Senin (31/7/2023).
Adapun Apresiasi Pewarna Indonesia memberikan penghargaan kepada kepala daerah pengamal harmoni kebhinekaan kepada Yan Piet Mosso, karena dinilai berhasil dan sukses menjaga toleransi dan kebhinakaan di Kabupaten Sorong.
Selain Yan Piet Mosso, ada juga politikus PDIP, Mercy Chriesty Barends yang menjadi anggota DPR meraih penghargaan sebagai figur politisi penginspirasi masyarakat.
"Saya sebagai Penjabat Bupati Sorong merasa beruntung ditugaskan oleh pemerintah pusat memimpin sebuah kabupaten yang masyarakatnya sangat beragam dari unsur ras, suku bangsa, dan agama," ucapnya.
Yan Piet Mosso menambahkan bahwa demokrasi merupakan sarana untuk mewujudkan sebuah cita-cita yang menyejahterakan rakyat, sehingga rakyat harus berpartisipasi dan menghindari adanya perbedaan.
"Artinya, lebih mengedepankan kepetingan negara dan bangsa. Kita berharap NKRI lebih sejahtera ke depan," ujarnya
Lebih lanjut, Yan Piet Mosso berujar, sebagai pemerintah dan pemimpin Kabupaten Sorong, pihaknya memastikan suasana kondusif selalu berlangsung di tengah masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya dapat berlangsung dengan baik.
"Dengan kata lain, masyarakat merasa aman dan terlindungi," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendorong dan melakukan berbagai upaya agar kerukunan dan harmoni antar paguyuban dan antar umat beragama tetap terawat dan terjaga. Adapun, ada sejumlah langkah dan strategi yang diterapkan.
Pertama, menerapkan asas kesetaraan terhadap semua unsur dalam masyarakat. Tidak ada istilah 'anak emas' atau pun 'anak tiri' karena semua memiliki derajat yang sama di depan hukum.
Kedua, sebagai pemimpin jajaran Pemda untuk secara terus menerus meningkatkan pelayanan publik.
Baca juga: Festival Egek, Cara Suku Moi Sorong Jaga Kelestarian Alam Papua Barat Daya
Terutama memfasilitasi berbagai program dan aktivitas yang dilakukan oleh semua paguyuban dan semua komunitas umat beragama yang bertujuan menjaga kerukunan, merawat harmoni, dan meningkatkan kerja sama antarumat beragama.
Ketiga, bila terjadi permasalahan atau konflik antarkomunitas maka secepatnya diselesaikan secara musyawarah dengan melibatkan para pemimpin informal, yaitu tokoh adat, atau tokoh masyarakat, atau tokoh agama.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.