Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

335 Pengungsi Rohingya Mendarat Lagi di Aceh Hari Ini, Tumpangi 2 Kapal Pengangkut

335 pengungsi Rohingya kembali mendarat di Aceh Besar dan Pidie pada Minggu pagi. Mereka diketahui menumpangi dua kapal pengangkut.

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Daryono
zoom-in 335 Pengungsi Rohingya Mendarat Lagi di Aceh Hari Ini, Tumpangi 2 Kapal Pengangkut
SERAMBINEWS.COM/AULIA PRASETYA
Ratusan pengungsi rohingya terdampar di tepi pantai Kota Sabang, Selasa (21/11/2023) malam. 335 pengungsi Rohingya kembali mendarat di Aceh Besar dan Pidie pada Minggu pagi. Mereka diketahui menumpangi dua kapal pengangkut. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengungsi Rohingya kembali mendarat di Aceh pada Minggu (10/12/2023).

Sebanyak 335  pengungsi Rohingya mendarat di dua lokasi berbeda yaitu di Mesjid Raya, Aceh Besar dan Kabupaten Pidie.

Kapolsek Mesjid Raya Ipda Rolly Yuiza Away mengungkapkan ada 135 pengungsi Rohingya yang terdiri dari anak-anak hingga laki-laki dewasa.

"Saat ini kita sedang menuju ke lokasi. Kabarnya, mereka mendarat sekitar pukul 08.30 WIB. Informasi kita terima jumlahnya sekitar 135 orang," kata dia.

Rolly mengatakan pihaknya bersama dengan TNI telah melakukan pengamanan.

Sementara pengungsi Rohingya yang mendarat di Kabupaten Pidie sebanyak 200 orang dan telah didata.

Baca juga: Dalam 2 Minggu Terakhir, 30 Pengungsi Rohingya Melarikan Diri dari Kamp Pengungsian Blang Mangat

Hal ini disampaikan oleh Panglima Laot Aceh, Miftach Tjut Adek.

BERITA REKOMENDASI

Miftach mengungkapkan 200 orang pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie datang pada Minggu dini hari sekira pukul 03.30 WIB.

“Mereka mendarat pada dini hari, jumlahnya sekitar 200-san," kata Miftach, saat dikonfirmasi, Minggu.

Namun, hingga saat ini, para warga setempat belum melakukan penolakan terhadap ratusan pengungsi Rohingya yang datang per hari ini.

Pengungsi Rohingya di Pidie dari Kamp Bangladesh

Seratusan pengungsi Rohingya terdampar di Pantai Batu Hitam Jurong Keuramat Gampong Ie Meulee, Sabang, Aceh, Sabtu (2/12/2023)
Seratusan pengungsi Rohingya terdampar di Pantai Batu Hitam Jurong Keuramat Gampong Ie Meulee, Sabang, Aceh, Sabtu (2/12/2023) (For Serambinews.com)

Terpisah, Panglima Laot Pidie, Marfian mengungkapkan ratusan pengungsi Rohingnya yang mendarat di Pidie hari ini berasal dari Kamp Bangladesh.

"Saat ini, etnis Rohingya yang mendarat di Laweung masih ditampung sementara di bibir pantai Laweung," kata Sekretaris Panglima Laot Pidie, Marfian, kepada Serambinews.com, Minggu (10/12/2023).

Kini, kata Marfian, rincian pengungsi Rohingnya di Pidie adalah 53 orang laki-laki, 57 wanita, dan 111 anak-anak.

Dia menjelaskan TNI dan polisi telah memberikan bantuan berupa air dan makanan.

Selain itu, TNI-Polri juga melakukan penjagaan agar para pengungsi Rohingya ini tidak kabur.

Dengan tambahan ini, Marfian menjelaskan sudah empat gelombang pengungsi Rohingya datang ke Pidie.

Jokowi Duga Ada Jaringan TPPO

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menduga adanya jaringan perdagangan orang atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus ramainya pengungsi Rohingya datang ke Aceh.

Dugaannya itu berdasarkan laporan yang didapatnya dari semakin banyaknya pengungsi Rohingya masuk ke Indonesia khususnya Aceh.

"Terdapat dugaan kuat ada jaringan tindak pidana perdagangan orang dalam arus pengungsian ini," kata Jokowi saat konferensi pers, Jumat (8/12/2023).

Baca juga: Muhaimin Iskandar Minta Kedatangan Rohingya di Aceh Dihentikan: Membawa Ketidakstabilan di Sana

Jokowi mengatakan bakal menindak tegas pelaku TPPO terkait arus datangnya pengungsi Rohingya ke Indonesia.

Jokowi pun mengatakan Pemerintah Indonesia bakal memberi bantuan sementara ke pengungsi Rohinnya.

"Bantuan sementara akan diberikan ke pengungsi dengan mengutamakan masyarakat lokal," ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi menyebut Indonesia akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menangani masalah Rohingya.

Warga Bangladesh Ditangkap: Selundupkan Pengungsi Rohingnya, Raup Untung Rp 3,3 Miliar

Sebelum pidato Jokowi, Polres Pidie pun menangkap seorang pria asal Bangladesh usai diduga terlibat dalam TPPO pengungsi Rohingya ke Aceh.

Pria berinisial HM itu menjalankan aksinya bersama tiga rekannya yang lain.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali dalam konferensi pers, Rabu (6/12/2023).

Namun, Iman mengatakan dua rekan HM yaitu Zahangir dan Saber berhasil kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Pidie.

Diketahui, HM berperan sebagai pemberi fasilitas kapal kayu yang digunakan mengangkut pengungsi Rohingya.

Baca juga: UNHCR Didesak Warga Sabang Aceh Pindahkan Pengungsi Rohingya

Sedangkan Zahangir berperan sebagai agen dan Saber merupakan kapten kapal.

Bahkan, saat ditangkap, HM mengantongi kartu organisasi dunia PBB terkait pengungsi, UNHCR.

Berdasarkan penyelidikan, HM dan para rekannya berperan dalam pemberangkatan 147 pengungsi Rohingnya yang terdampar di Kecamatan Batee, Pidie pada 15 November 2023 lalu.

"HM awalnya ditangkap pemuda Laweung karena tidak sanggup kabur, mengingat usia telah tua," kata Iman.

Selain itu, Iman juga mengatakan aktivitas yang dilakukan HM itu membuatnya dapat meraup uang mencapai Rp 3,3 miliar.

"Untuk 194 Rohingya yang mendarat di Pantai Laweung, agen mendapatkan hasil kejahatannya Rp 3,3 miliar,” kata Iman.

Sebagian artikel telah tayang di Serambinews.com dengan judul "Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Aceh, Kali Ini di Aceh Besar, Sudah 9 Gelombang Sejak November" dan "WN Bangladesh yang Selundupkan Rohingya Ternyata Kantongi Kartu UNHCR, Sempat Nyamar Jadi Pengungsi"

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Serambinews.com/Hendrik Abik/Yeni Hardika)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas