Bocah Lelaki Terlibat Produksi Film Porno Dimanipulasi, Tak Merasa Korban, Anggap Pelaku Melindungi
Polisi mengungkap komplotan kejahatan pornografi terhadap anak di Tangerang. Korbannya bocah laki-laki.
Editor: Willem Jonata
"Tersangka melakukan aksi pencabulan di kamar korban, setelah itu berpindah ke hotel, kejadian itu direkam untuk dijadikan konten video porno," kata Reza Fahlevi.
Anak yang dicabuli oleh pelaku dan videonya dijual, sama sekali tak merasa menjadi korban.
Korban percaya kalau pelaku adalah kakak yang mengayomi dan melindungi.
"Korban tidak merasa perbuatan itu salah, justru korban sangat yakin dan percaya kepada HS dan menganggapnya sebagai kakak yang bisa melindungi," sambung Reza.
Usai menjalankan perbuatan, HS menjual video pornonya kepada pihak lain melalui grup Telegram.
Tidak sampai di situ, ia menawarkan kepada sejumlah peserta di dalam komunitasnya untuk melakukan perbuatan serupa terhadap korban.
"Proses tersangka mulai dari berkenalan sampai bisa melakukan perbuatan itu kepada korbannya ini butuh waktu sekitar tiga bulan lamanya," tuturnya.
"Setelah ditawarkan kepada tersangka lainmya, HS pun kembali mencari korban selanjutnya dengan modus serupa berulang kali hingga memakan 8 korban anak di bawah umur," paparnya.
Cari untung
Menurut Reza, motif para tersangka menjalankan aksinya tersebut untuk meraih keuntungan dari hasil menjual korban beserta video porno yang diproduksinya tersebut.
"Peminat video porno CSEM ini banyak dari teman-teman sesama komunitasnya yang bahkan sampai ke negara luar, kalau keuntungan yang didapat para tersangka sudah ratusan juta," kata Reza Fahlevi.
Konten video porno itu dijual seharga 100 dolar AS atau Rp 1,5 juta.
Proses produksi video porno tersebut dilakukan di berbagai tempat, mulai dari kamar korban hingga menyewa sebuah hotel di Kota Tangerang.
Ada lima pelaku ditangkap dan ditetapkan tersangka. Selain HS, mereka antara lain MA, AH, KR, dan NZ.