Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Komnas HAM Selidiki Kasus Wartawan Tewas Terbakar di Rumahnya Usai Beritakan Dugaan Bisnis Judi

Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro menyatakan pihaknya akan melakukan pemantauan dan penyelidikan berdasarkan mandat dan kewenangan Komnas HAM.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Erik S
zoom-in Komnas HAM Selidiki Kasus Wartawan Tewas Terbakar di Rumahnya Usai Beritakan Dugaan Bisnis Judi
Tribunnews
Tim pencari fakta Dewan Pers mengungkap fakta baru terkait kematian wartawan Tribrata TV, Sempurna Pasaribu berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan turut menyelidiki kasus wartawan Tribrata TV, Sempurna Pasaribu, yang tewas bersama tiga anggota keluarganya di Kabupaten Karo, Sumatra Utara beberapa waktu lalu.

Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro menyatakan pihaknya akan melakukan pemantauan dan penyelidikan berdasarkan mandat dan kewenangan Komnas HAM.

Ia mengatakan tujuan pemantauan dan penyelidikan tersebut dilakukan pihaknya guna mendapatkan informasi, data, dan fakta atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Wartawan Tribrata Tv dan Keluarganya Tewas Terbakar di Karo, Dewan Pers: Tak Ada Alasan Pembenaran

"Komnas HAM akan melakukan pemantauan dan penyelidikan untuk mendapatkan informasi, data, dan fakta atas peristiwa tersebut sesuai dengan mandat dan kewenangan Komnas HAM yang diatur dalam Pasal 89 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia," kata Atnike dalam keterangan pers Komnas HAM RI yang terkonfirmasi pada Kamis (4/7/2024).

Selain itu, pihaknya juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum peristiwa tersebut dengan profesional, akuntabel, adil, transparan dan memberikan keadilan bagi korban dan anggota keluarganya.

Untuk itu, Komnas HAM juga mendorong pemerintah menjamin penghormatan dan perlindungan bagi pemenuhan kebebasan pers.

Berita Rekomendasi

"Komnas HAM mendorong pemerintah untuk menjamin penghormatan, perlindungan dan pemenuhan kebebasan pers di Indonesia sebagai bagian dari hak atas kebebasan berekspresi berpendapat," kata Atnike.

Atnike juga mengatakan pihaknya menaruh perhatian atas peristiwa kebakaran yang terjadi pada 27 Juni 2024 di rumah Sempurna di Kawasan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu.

Komnas HAM, kata dia, juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia tersebut.

Baca juga: Dugaan Anggota Terlibat Pembakaran Rumah Wartawan, TNI AD Buka Suara

Komnas HAM juga menyoroti temuan sementara Tim pencari fakta Komisi 
Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi setelah Sempurna memberitakan praktik perjudian di jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari media pemberitaan dan Tim pencari fakta Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara bahwa peristiwa kebakaran terjadi setelah Sempurna Pasaribu memberitakan perjudian di jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara," kata dia.


Sikap Dewan Pers

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pers meminta Panglima TNI dan Pangdam Bukit Barisan untuk membentuk tim investigasi mengusut kasus tersebut.

"Dewan Pers juga meminta Panglima TNI dan Pangdam membentuk tim untuk mengusut kasus ini secara terbuka dan imparsial," kata Anggota Dewan Pers Totok Suryanto, di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat pada Selasa (2/7/2024).

Baca juga: Dewan Pers Keluarkan Pernyataan Terkait Kasus Kebakaran Rumah Wartawan di Karo, Ada 8 Poin Penting

Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara juga diharapkan membentuk tim serupa untuk penyelidikan.

Tim itu juga diharapkan dapat bersikap adil dan imparsial dalam pengusutan kasus.

Dewan Pers juga menyatakan akan membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan aparat dan unsur jurnalis atau Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ).

Selain itu, Dewan Pers juga meminta Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk turut serta secara aktif menginvestigasi dan memberikan perlindungan yang dianggap perlu kepada keluarga korban. 

Tim investigasi diperlukan karena ada dua versi kejadian yang berbeda. 

Versi pertama dari tim KKJ menyatakan ada dugaan keterlibatan oknum TNI terkait dengan pemberitaan lokasi perjudian milik oknum TNI tersebut.

Baca juga: Wartawan Tewas Kebakaran: Sempat Bertemu Oknum TNI, Ini 3 Berita yang Ditulis Korban Terkait Judi

Sedangkan versi kedua menyebutkan kebakaran itu lantaran adanya ceceran bensin di rumah korban yang kemudian menyulut api. 

Hal itu sebab di rumah korban diketahui memang dijadikan lokasi berjualan bensin eceran.

Untuk itu, Totok berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

Sehingga, para jurnalis bisa menjalankan tugasnya dengan baik, profesional dan memenuhi kaidah kode etik jurnalistik. 

"Dewan Pers berharap peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi, dan wartawan bisa menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik," kata dia.


Sikap Polri

Diberitakan juga sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menyatakan pihaknya menerima aduan masyarakat untuk membantu mengusut penyebab pasti kebakaran yang menimpa empat korban tersebut.

Baca juga: Hasil Investigasi Kebakaran Renggut Nyawa Sempurna Pasaribu, Wartawan yang Soroti Kasus Judi

"Polda Sumut itu juga sudah membentuk posko penerimaan pengaduan terkait dengan penanganan kasus kebakaran di jalan Nabung Surbakti Kabanjahe," kata Hadi pada Selasa (2/7/2024).

Selain posko, kata dia, masyarakat bisa melapor melalui nomor telepon Kasat Reskrim Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan di 081260976234 dan beberapa nomor lainnya di antaranya 081363979697, 082162756175, serta 081370008210.

Polisi juga mengatakan masyarakat bisa melapor apabila menemukan kejanggalan maupun bukti dugaan tindak pidana yang menyebabkan kebakaran hingga memakan korban jiwa.

Hadi juga menjamin kerahasiaan identitas pelapor akan dijaga.

"Semua informasi pengaduan tentu jadi sangat berharga bagi para penyidik untuk bisa mengungkap peristiwa ini secara terang benderang," kata dia.

Saat ini pihak Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menyebabkan Rico Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya tewas.

Sebanyak 16 saksi diperiksa untuk mengungkap peristiwa memilukan tersebut.

Polisi juga menyatakan mengotopsi jasad para korban dan memeriksa lokasi kejadian.

Baca juga: Kapolda Jabar Irjen Akhmad Wiyagus Bungkam Ditanya Wartawan soal Kasus Vina Cirebon 

"Yang kami sudah sampaikan sebelumnya saksi yang sudah kita 16 mintai keterangan yang kita minta keterangan bahkan beberapa saksi kita katakan saksi kunci yang betul betul mengetahui peristiwa terjadinya kebakaran itu," kata dia.

Polisi juga mengatakan, ke-16 orang yang dimintai keterangan diduga mengetahui sebelum kejadian maupun saat kejadian.

"Kita ingin menggali secara komprehensif sekalipun kita sudah mendapatkan keterangan dari 16 orang saksi,"kata Hadi.

Hadi mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) maupun menurunkan tim laboratorium forensik.

Ia juga tidak menutup kemungkinan Polisi melakukan digital forensik terhadap telepon genggam korban.

Upaya itu dilakukan untuk mengusut ada tidaknya keterkaitan kebakaran rumah korban dengan aktivitas korban yang berhubungan dengan pekerjaannya.

"Kita tidak ingin lihat ada kaitannya atau tidak. Yang jelas apa isi dari hp itu selama itu bisa diketahui bisa disedot dilakukan penyelidikan semua dilakukan," kata dia.


Sikap TNI

Markas Besar TNI angkat bicara soal kasus tewasnya wartawan Tribrata TV di Kabupaten Karo Sumatera Utara, Sempurna Pasaribu, usai memberitakan dugaan oknum TNI yang terlibat judi.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Nugraha Gumilar mengatakan pihaknya masih menunggu penyelidikan lembaga terkait dalam hal ini pihak kepolisian.

Hal tersebut disampaikan usai coffee morning dengan media massa di Mabes TNI Cilangkap Jakarta pada Rabu (3/7/2024).

"Kami serahkan kepada bagian yang menyelidiki saat ini, kita menunggu semuanya. Terlalu dini kita menjudge (menghakimi) dan sebagainya. Biarkan itu proses berjalan kami akan menunggu semua dari lembaga yang saat ini sedang bekerja. Kita tunggu saja mudah-mudahan semua bisa jelas dalam waktu dekat," kata Gumilar.

TNI Angkatan Darat (AD) juga telah angkat bicara terkait kasus tersebut.

Dalam tangkapan layar unggahan di akun Facebook Sempurna yang viral di media sosial, Sempurna sempat mengunggah informasi yang menyebut terdapat lokasi perjudian di depan asrama Batalyon Infanteri 125 Simbisa di Kabupaten Karo Sumatera Utara yang diduga dikelola oknum anggota Batalyon tersebut.

Baca juga: MKD Rahasiakan Nama 2 Anggota DPR Pemain Judi Online, Puan Maharani Ingin Identitas Mereka Diungkap

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan TNI AD selalu meresponse indikasi-indikasi yang dilaporkan dan mengecek kebenaran dari setiap informasi yang diberikan. 

Tetapi, lanjut dia, hendaknya akan lebih baik apabila ada bukti-bukti pendukung, sehingga tidak sekedar rumor.

"Kami terbuka dan sangat berterima kasih apabila ada masyarakat yang memiliki bukti keterlibatan anggota TNI AD dalam pelanggaran hukum tersebut. Justru itu membantu tugas kami dalam penyelidikan masalah tersebut nantinya," kata dia ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (2/7/2024).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas