Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pria yang Sandera dan Siksa Bayinya di Pinrang Nangis Saat Diamankan, Benturkan Kepala ke Dinding

Dalam video yang beredar diunggah, Selasa, (6/8/2024), pria tersebut tampak meraung-raung saat diamankan pihak kepolisian dan TNI

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pria yang Sandera dan Siksa Bayinya di Pinrang Nangis Saat Diamankan, Benturkan Kepala ke Dinding
TribunSumsel.com
Sosok ayah menyekap dan menganiaya anak kandungnya yang berusia 1 tahun usai diceraikan istri 

TRIBUNNEWS.COM, PINGRANG - Viral video di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) aksi pria menyandera hingga menyiksa anak kandungnya yang masih bayi di rumah.

Ia kemudian menyiksa anak kandungnya sendiri gara-gara tidak terima diceraikan oleh istri.

Ancaman pembunuhan juga dilontarkan oleh pelaku.

Dalam video yang beredar diunggah akun Instagram @mksinfo.official pada Selasa, (6/8/2024), pria tersebut tampak meraung-raung saat diamankan pihak kepolisian dan TNI.

Nampak aparat kepolisian itu menggendong bayi yang sebelumnya digantung oleh pelaku.

Pria bernama Sandi (25), asal Desa Massulowalie, Kecamatan Mattiro Sompe, Pinrang, Sulsel meronta.

Ia menangis serta beberapa kali membenturkan kepalanya ke dinding kayu rumahnya.

Baca juga: Kapolres Pinrang Menangis saat Selamatkan Bayi yang Disandera Ayahnya, Elus Lembut Kepala Korban

Rekomendasi Untuk Anda

Sandi yang mengenakan baju kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans hitam tak berhenti meluapkan tangisannya.

Polisi berhasil mengamankan Sandi dari atas rumahnya ke mobil polisi.

"Kasihan dia (bayi) kasian, sabar tenang," ujar aparat kepolisian.

Sandi terlihat hendak melawan namun karena banyak aparat yang memegang.

Beberapa saat, Sandi sempat pingsan hingga diberikan minum oleh warga dan dibawa keluar.

Melansir dari Tribuntoraja.com, polisi mendatangi kediamannya setelah ia dilaporkan mengurung diri bersama anaknya yang masih berusia 1 tahun 2 bulan.

Kedatangan polisi membuat warga memadati rumah Sandi untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Sandi sudah 16 jam bersama balitanya di dalam rumah, sejak Minggu (4/8/2024) mulai pukul 19.00 Wita hingga Senin (5/8/2024) pukul 10.00 Wita.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas