Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ibu dan Anak di Belitung Timur Disekap Pria selama 35 Hari, Tak Boleh Keluar Kamar

Seorang pria berinisial RP dan AT diringkus polisi setelah melakukan penyekapan terhadap wanita dan anaknya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ibu dan Anak di Belitung Timur Disekap Pria selama 35 Hari, Tak Boleh Keluar Kamar
POSBELITUNG.CO/BRYAN BIMANTORO
Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Fery Dalimunthe dalam konferensi pers dugaan kasus penyekapan ibu dan anak di Belitung Timur yang digelar pada Senin (6/1/2025). Dalam konferensi pers ini, kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Ryo Guntur Triatmoko dan Kepala UPTD PPA Dinsos Beltim, Bambang Indroyono. 

Kasus penyekapan ibu dan anak juga pernah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung pada Desember 2024 lalu.

Wanita bernama Nadya (22) dan anaknya yang masih berusia satu tahun menjadi korban penyekapan sebuah perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Beruntung, keduanya kini telah diselamatkan oleh dua orang pengacara, Andi Kusuma dan Budiono.

Dua orang tersebut datang ke lokasi penyekapan bersama aparat kepolisian.

Nadya pun menceritakan, bagaimana bisa ia jadi korban penyekapan.

"Saya dan suami serta anak pertama kami, merantau ke Pulau Bangka dari Palembang tiga bulan lalu,"

"Suami saya kemudian bekerja, diterima sebagai supir dump truck di PT PMM di Bakam," tutur Nadya mengawali ceritanya sembari mengelus kepala sang putra.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip Pos Belitung, suaminya yang baru sebulan bekerja tersebut ternyata dituduh mencuri solar oleh pihak perusahaan.

Sang suami setelah dituduh pun lalu kabur meninggalkan pekerjaan beserta keluarganya.

Tak lama, kemudian pihak perusahaan mendatangi Nadya dan menjemputnya bersama anaknya.

Baca juga: Pria di Jatinegara Disekap Orang Tak Dikenal Mengaku Polisi, Istri Korban Diminta Bayar Rp 2 Miliar

"Sekitar dua bulan lalu kami dijemput, kemudian dibawa ke ruangan tempat kami disekap,"

"Waktu itu mereka bilang kalian tidak boleh pulang sampai suami saya ke sini," ungkapnya.

Nadya mengaku ditempatkan di ruangan seluas 2x2 meter.

Bahkan, selama dua bulan ia disekap, pihak perusahaan sawit tak memberikannya makan dan minum.

Ia bertahan hidup berkat bantuan pekerja kebun sawit.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas