Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

27 Murid SD di Palangka Raya Sakit Perut usai Konsumsi Menu MBG Lauk Burger, Diduga Keracunan

27 murid SD di Palangka Raya sakit perut usai makan burger program MBG. Kasus ditangani puskesmas, kini anak-anak sudah kembali sekolah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in 27 Murid SD di Palangka Raya Sakit Perut usai Konsumsi Menu MBG Lauk Burger, Diduga Keracunan
Tribun Jabar/ Rahmat Kurniawan
Sebanyak 27 murid SD di Palangka Raya diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa burger, Senin (29/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 27 murid SD di Palangka Raya, Kalimantan Tengah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) lauk Burger.

Informasi itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Planka Raya, Aprae Vico Ranan.

“Setelah makan, beberapa siswa mengeluh sakit perut,” kata dia.

Dia mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada dua pekan lalu.

Sebelum makan burger, mereka mengikuti akttivitas fisik di sekolah. Aktivitas fisik berlangsung mulai dari pukul 09.00-10.00 WIB.

Burger adalah makanan cepat saji yang terdiri dari roti bundar (bun) yang dibelah dua dan diisi dengan berbagai bahan, terutama patty (daging cincang yang dipadatkan dan dimasak), sayuran seperti selada, tomat, bawang, serta tambahan seperti keju, saus, dan mayones.

Burger sering dianggap sebagai simbol budaya makanan cepat saji, namun kini juga berkembang sebagai makanan kreatif dan sehat tergantung bahan dan cara penyajiannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah mengalami gejala keracunan, seperti sakit perut, kata dia, pihak sekolah menghubungi SPPG dan puskesmas.

SPPG adalah singkatan dari Survei Penilaian Penerapan Gizi, sebuah instrumen yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

“Penanganan dari puskesmas diberikan susu beruang, setelah itu kondisi anak-anak normal, tidak ada rawat inap. Hari Senin mereka sudah kembali masuk sekolah,” jelas Vico.

Penanganan dari puskesmas diberikan susu beruang, setelah itu kondisi anak-anak normal, tidak ada rawat inap. Hari Senin mereka sudah kembali masuk sekolah,” jelas Vico.

Menurut Vico, keluhan bisa juga muncul karena anak-anak makan berat setelah olahraga.

“Ya, langsung makan setelah olahraga dapat menyebabkan sakit perut, mual, kembung, dan kram,” katanya.

Sebanyak 27 murid SD di Kota Palangka Raya, dilaporkan mengalami sakit perut usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, Senin (29/9/2025).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas