Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembunuhan Mandor di Gianyar, Kematian Dipicu Luka Iris Benda Tajam di Leher

Hasil autopsi mengungkap, Wayan Sedhana masih sempat bertahan hidup selama 10 hingga 15 menit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pembunuhan Mandor di Gianyar, Kematian Dipicu Luka Iris Benda Tajam di Leher
NST
ILUSTRASI MAYAT - I Wayan Sedhana (54), warga Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, ditemukan tewas mengenaskan di area proyek Subak Tenggaling, Banjar Puseh, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, pada Sabtu (25/10/2025). Korban ditemukan dengan luka parah di bagian leher, tubuh penuh lebam, dan kondisi mengenaskan di tengah sawah. 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR – Kasus pembunuhan sadis menimpa seorang mandor proyek irigasi di Gianyar, Bali. 

I Wayan Sedhana (54), warga Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, ditemukan tewas mengenaskan di area proyek Subak Tenggaling, Banjar Puseh, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, pada Sabtu (25/10/2025).

Korban ditemukan dengan luka parah di bagian leher, tubuh penuh lebam, dan kondisi mengenaskan di tengah sawah.

Hasil autopsi mengungkap, Wayan Sedhana masih sempat bertahan hidup selama 10 hingga 15 menit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Kronologi Penemuan

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Anak Agung Sri Adnyani, saat hendak melakukan ritual keagamaan di sawah.

Ia terkejut melihat seorang laki-laki tergeletak terlentang, dengan luka menganga di leher.

Baca juga: Selain di Bukittinggi Sumbar Mayat Bayi Juga Ditemukan di Pinggir Sawah Karawang Jabar

Perempuan yang berprofesi sebagai PNS itu langsung melapor ke Polsek Tampaksiring. Polisi yang datang ke lokasi menemukan sejumlah barang bukti — gergaji berlumuran darah, cangkul, tiga pasang sandal, dan satu meteran gulung.

Rekomendasi Untuk Anda

“Korban ditemukan dengan luka robek di leher. Motif kejadian masih diselidiki,” ujar Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita.

Hasil Autopsi: Luka Iris Dua Kali di Leher

Dari hasil autopsi di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, dokter forensik dr. Ida Bagus Putu Alit memastikan penyebab kematian korban adalah luka iris benda tajam di leher.

Luka tersebut memutus pembuluh darah besar dan menyebabkan korban kehilangan banyak darah.

“Dari pemeriksaan, terdapat 16 luka di tubuh korban. Sebelas di wajah dan kepala, satu luka fatal di leher, serta empat luka lain di dada dan lengan,” jelas dr. Alit, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, luka di leher korban bukan satu, tetapi dua kali irisan.

“Arah irisan dari kanan ke kiri, kemungkinan menggunakan benda tajam seperti gergaji. Dari gambaran luka, pelaku lebih dari satu orang,” tambahnya.

Masih Hidup Saat Dibekap

Temuan forensik menunjukkan, korban sempat melawan ketika dibekap oleh pelaku.

Saat tubuhnya ditekan ke tanah, Wayan Sedhana masih hidup.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas