Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Solusi Bau Kandang Ayam: Peternak Manfaatkan Biogas dan Maggot untuk Kelola Limbah

Inilah cara peternak ayam di Kabupaten Boyolali untuk kelola kotoran ayam. Mulai dari jadi biogas hingga diurai pakai maggot

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Solusi Bau Kandang Ayam: Peternak Manfaatkan Biogas dan Maggot untuk Kelola Limbah
Tribunnews.com/Muhammad Renald Shiftanto
KOTORAN AYAM - Sri menunjukkan lokasi tempat pembuangan kotoran ayam yang sedang dalam proses penguraian oleh maggot di belakang rumahnya di Dusun Jatisari, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2025) 

Ia menuturkan, meski tekanannya kurang kuat, biogas tersebut masih bisa digunakan untuk kebutuhan ringan seperti mematangkan air untuk membuat kopi atau sekadar menggoreng telur.

Gunakan Maggot untuk Urai Kotoran Ayam

Kotoran ayam di lantai dua di peternakan Sri Handayani dibersihkan sekali sesudah panen.

Sementara di lantai bawah yang dibersihkan tiap hari, ternyata tak semuanya bisa ditampung di digester biogas.

Akhirnya, bau kotoran sempat mengganggu warga sekitar karena adanya keteledoran dari "anak kandang" atau staf penjaga kandang miliknya.

"Sebenarnya nggak sering ada protes dari warga soal kotoran. Tapi saya nggak enak sama tetangga sekitar karena bau," lanjut Sri.

Memutar otak, akhirnya ia menemukan cara untuk mengurai kotoran ayam tersebut, ya, menggunakan maggot.

Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berwarna putih keabu-abuan, berfungsi sebagai pengurai sampah organik.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, saat ini jumlah maggot masih belum sebanding dengan volume kotoran yang dihasilkan.

Hasilnya, bau kandang masih cukup menyengat.

"Kalau populasi maggotnya cukup, bau kandang bisa sangat berkurang," ujarnya.

Baca juga: Mengatasi Permasalahan Sampah Melalui Metode Budidaya Maggot

Untuk mengatasi itu, ia kerap membeli maggot dari warga yang membudidayakannnya, Sri Prihatin.

Kandang maggot Prihatin berada tepat di samping kandang ayam milik Sri.

Baby Maggot atau maggot yang belum cukup besar dibeli dari Prihatin untuk membantu mengurai kotoran ayam.

"Saya juga beli dari kandang sebelah untuk kotoran ayam," lanjutnya.

Terpisah, Prihatin juga mengatakan kalau Sri kerap membeli baby maggot dari tempatnya.

"Itu yang menebar maggot di tempat pembuangan kotoran ayam juga suami saya," ujar Prihatin ditemui di sela-sela kesibukannya.

Setelah siap panen, maggot-maggot pengurai kotoran tersebut digunakan untuk pakan ayam di peternakan Sri Handayani.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas