Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bos Love Scamming Sleman Diduga WNA China: Raup Miliaran, Hanya Sekali Datang ke Indonesia

Kkoordinasi dengan Hubinter untuk mempermudah proses penelusuran dan penangkapan tersangka yang diduga menjadi pengendali utama bisnis penipuan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Bos Love Scamming Sleman Diduga WNA China: Raup Miliaran, Hanya Sekali Datang ke Indonesia
Tribun Jogja/Miftahul Huda
LOVE SCAMMING SLEMAN - Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, saat diwawancara awak media, Rabu (7/1/2026). Kasus love scamming beromzet miliaran rupiah yang terbongkar di Sleman mengarah pada dugaan jaringan lintas negara. Polisi kini melibatkan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri untuk mengejar tersangka utama yang disebut sebagai warga negara asing asal China 

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berbasis hubungan emosional yang marak terjadi di ruang digital.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa love scamming tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga dapat melibatkan jaringan kejahatan lintas negara.

Baca juga: Polda Metro Bongkar Sindikat Love Scamming, 21 Orang Terperdaya hingga Uang Dikuras

Apa Kata OJK

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan love, relationship, romance scam menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara global.

Di Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk terus waspada atas berbagai bentuk penipuan yang terus juga berevolusi dan berinovasi, termasuk modus love scam

“Satgas PASTI memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan memberikan pesan-pesan anti-scam yang disebarkan melalui social media, kemudian media massa, sarana transportasi massal, podcast, serta berbagai media lainnya ditampilkan secara langsung di kanal lainnya, perbankan seperti di ATM, kemudian aplikasi mobile banking, dan sebagainya,” kata Friderica.

Hingga akhir 2025, Indonesia Anti Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena penipuan melalui modus love scam dengan total kerugian Rp49,19 miliar

Untuk itu, lanjutnya, OJK selalu mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif, terutama terkait love scam.

Rekomendasi Untuk Anda

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas