Bos Love Scamming Sleman Diduga WNA China: Raup Miliaran, Hanya Sekali Datang ke Indonesia
Kkoordinasi dengan Hubinter untuk mempermudah proses penelusuran dan penangkapan tersangka yang diduga menjadi pengendali utama bisnis penipuan
Editor:
Eko Sutriyanto
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berbasis hubungan emosional yang marak terjadi di ruang digital.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa love scamming tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga dapat melibatkan jaringan kejahatan lintas negara.
Baca juga: Polda Metro Bongkar Sindikat Love Scamming, 21 Orang Terperdaya hingga Uang Dikuras
Apa Kata OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan love, relationship, romance scam menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara global.
Di Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk terus waspada atas berbagai bentuk penipuan yang terus juga berevolusi dan berinovasi, termasuk modus love scam
“Satgas PASTI memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan memberikan pesan-pesan anti-scam yang disebarkan melalui social media, kemudian media massa, sarana transportasi massal, podcast, serta berbagai media lainnya ditampilkan secara langsung di kanal lainnya, perbankan seperti di ATM, kemudian aplikasi mobile banking, dan sebagainya,” kata Friderica.
Hingga akhir 2025, Indonesia Anti Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena penipuan melalui modus love scam dengan total kerugian Rp49,19 miliar
Untuk itu, lanjutnya, OJK selalu mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif, terutama terkait love scam.
Baca tanpa iklan