Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Regional: Anak Ferdy Sambo Selamatkan Remaja Hanyut - Siswa SD Akhiri Hidup 

Aksi heroik Tribrata Putra Sambo menyelamatkan remaja hanyut di Aceh. Kemudian tragedi meninggalnya siswa SD di NTT yang mendapat perhatian publik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie

Kasus ini sempat menjadi perhatian Finalis Miss Earth 2019 Lirabica yang ikut turun tangan.

Terbaru, kekerasan terharap kucing dilaporkan terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Seorang pria berinisal PJ (69) yang mengaku sebagai 'orang penting' tega menendang kucing milik warga.

Insiden terjadi di Lapangan Kridosono Blora, Jawa Tengah, pada 25 Januari 2026 sekira pukul 09.00 WIB.

PJ kini harus berusuan dengan polisi karena aksi kejinya.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin membenarkan telah memintai keterangan PJ, pada Senin (2/2/2026) kemarin.

"Pagi ini (Senin, red) saya bersama penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kucing."

Rekomendasi Untuk Anda

"Sosok terduga pelaku penendangan juga kami minta keterangan hari ini. Prosesnya masih berlangsung," ujar AKP Zaenul Arifin, dikutip dari Instgaram @polres_blora.

Berdasarkan hasil klarifikasi, kucing tersebut dikonfirmasi telah mati sekitar satu minggu setelah insiden terjadi. 

Baca selengkapnya.

5. Tragedi Siswa SD Akhiri Hidup di NTT, Rocky Gerung: Keberhasilan yang Dibanggakan Prabowo Gugur

ANAK SD AKHIRI HIDUP - Penyidik Polres Ngada olah TKP temuan jasad siswa SD di pohon cengkeh, Ngada, NTT, Kamis (29/01/2026). Sepucuk surat terakhir korban untuk ibunda, di TKP, menyentuh hati warga dan membuka luka pendidikan.
ANAK SD AKHIRI HIDUP - Penyidik Polres Ngada olah TKP temuan jasad siswa SD di pohon cengkeh, Ngada, NTT, Kamis (29/01/2026). Sepucuk surat terakhir korban untuk ibunda, di TKP, menyentuh hati warga dan membuka luka pendidikan. (TribunFlores.com)

Kasus seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan pena, mengguncang nurani publik.

Menanggapi peristiwa tersebut, pengamat politik, Rocky Gerung menilai, kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan negara.

Di antaranya, kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan.

Belum lagi anggaran pendidikan yang dipangkas untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Rocky, negara sejak awal mengetahui banyak daerah-daerah, termasuk NTT, tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menopang daerahnya sendiri.

Pendapatan daerah yang minim, keterbatasan akses terhadap sumber daya ekstraktif, serta tidak adanya sumber ekonomi berkelanjutan membuat daerah-daerah ini sangat bergantung pada bantuan pusat. 

Ketika hak daerah untuk menerima dukungan itu diputus atau dipersempit, maka konsekuensi sosial yang serius menjadi tak terelakkan.

"Jadi semua itu ada konsekuensi dari kebijakan di pusat. Kita mau lihat itu sebagai hasil negative impression terhadap prestasi-prestasi pemerintahan ini," katanya, dikutip Tribunnews dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (3/2/2026).

Rocky menyebut, pemerintah boleh saja memamerkan capaian perumahan rakyat, yang bahkan sering kali baru sebatas proposal.

Atau membanggakan Proyek Strategis Nasional (PSN), hilirisasi, dan berbagai rencana besar lainnya.

Akan tetapi, semua itu kehilangan makna ketika di hulu persoalan justru diabaikan.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas