Perampokan di Banyumas, Satu Keluarga Disekap, Bocah Dibekap Bantal hingga Mimisan
Mencekam, satu keluarga di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Senin (9/2/2026) dini hari jadi korban perampokan dan penyekapan.
Editor:
Theresia Felisiani
Setelah melumpuhkan tiga penghuni rumah, para pelaku kemudian masuk ke dalam kamar anak pertamanya.
Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan sang anak.
Nurgiyanti yang mendengar teriakan itu langsung berusaha untuk mendekat.
Saat itu pelaku sudah menindih anaknya di atas tempat tidur.
Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kaki, bahkan wajah anak itu dibekap menggunakan bantal.
"Melihat kondisi itu, saya memohon kepada para pelaku agar berhenti. Pelaku kemudian meminta saya untuk diam dan tidak berteriak," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com.
"Pak, sudah, stop. Kasihan anak saya, nanti mati," lanjutnya.
Baca juga: Guru SD di Jambi Jadi Korban Penyekapan dan Perampokan, Menangis Histeris hingga Trauma
Para pelaku saat menjalankan aksinya membawa senjata tajam berupa kapak, arit, pisau, serta linggis kecil.
Mereka sempat mengancam korban agar diam, bahkan mengancam akan menembak apabila melawan.
Di bawah ancaman para pelaku, Nurgiyanti pun hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan perampok.
Nurgiyanti kemudian dibawa ke kamar bersama suaminya yang sudah dalam kondisi terikat.
Ia sempat membuka ikatan di tangannya, namun tetap berpura-pura masih terikat agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku.
Pelaku kemudian mengambil barang-barang berharga, mulai dari uang hingga perhiasan.
Setelah itu para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.
Beberapa waktu kemudian, suasana rumah mendadak sunyi.
Baca tanpa iklan