Usai NTT, Kasus Bocah SD Akhiri Hidup Terjadi di Demak Jateng
Kasus anak SD mengakhiri hidup kembali terjadi. Setelah di NTT, kasus serupa terjadi di Demak, Jawa Tengah.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Kasus bocah SD akhiri hidup kembali terjadi di Demak.
- Korban perempuan berusia 12 tahun diduga terpukul pesan keras ibunya.
- Polisi pastikan tak ada unsur pembunuhan berdasarkan forensik.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus anak mengakhiri hidup kembali terjadi.
Setelah beberapa waktu lalu terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kasus serupa kini terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Kamis (12/1/2026).
Korban di Demak merupakan anak perempuan berusia 12 tahun.
Korban diduga sakit hati terhadap ibunya.
Dikutip dari Tribun Jateng, korban sempat mengunggah percakapan melalui pesan WhatsApp (WA) yang diduga berisi makian.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut.
Tangkapan layar percakapan itu diunggah korban beberapa hari sebelum peristiwa tragis terjadi.
"Screenshot chat dari ibu ke korban lalu diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa terjadi," kata Anggah, Jumat (13/2/2026).
Unggahan itu kemudian tersebar luas di media sosial, termasuk dibagikan akun Instagram @infodemakraya.
Baca juga: Orangtua Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Tak Pernah Terima Bansos, Ini Kata Mensos
Pertama Kali Diketahui Ibu Korban
Anggah menjelaskan, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB.
"Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban naik mobil pulang ke rumah. Lalu masuk ke rumah pukul 18.01 WIB," jelas Anggah.
Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
"Jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak. Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujar Anggah.
Baca tanpa iklan