Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai NTT, Kasus Bocah SD Akhiri Hidup Terjadi di Demak Jateng

Kasus anak SD mengakhiri hidup kembali terjadi. Setelah di NTT, kasus serupa terjadi di Demak, Jawa Tengah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usai NTT, Kasus Bocah SD Akhiri Hidup Terjadi di Demak Jateng
Kolase Tribun Jabar
ILUSTRASI - Kasus anak SD mengakhiri hidup kembali terjadi. Setelah di NTT, kasus serupa terjadi di Demak, Jawa Tengah, Kamis (12/1/2026). 

Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan.

Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.

Hasil Pemeriksaan Forensik

Hasil visum dokter forensik menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat gantung diri.

"Ada luka akibat kekerasan tumpul berupa jejas atau lecet gantung pada leher.

Korban diduga meninggal dunia karena lemas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik dan rekaman CCTV, kepolisian membantah dugaan bahwa korban dibunuh oleh ibunya.

"Dari hasil pemeriksaan dokter forensik tadi, kemudian kita lihat rekaman CCTV yang menunjukkan ibu korban masuk ke rumah jam 18.01 WIB dan keluar jam 18.03 WIB sambil histeris untuk meminta tolong ke tetangga sebelah."

Rekomendasi Untuk Anda

"Dengan rentang waktu sekitar 1,5 - 2 menit, tidak memungkinkan indikasi ibu korban melakukan pembunuhan," kata Anggah.

Selain itu, aktivitas terakhir di HP korban yaitu pukul 16.25 WIB. Selama rentang waktu itu hingga ibu korban pulang, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah.

Anggah mengakui bahwa sebelumnya sang ibu beberapa kali mengirim pesan bernada marah dan mengandung kata-kata kasar kepada korban. 

Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti tindakan korban tidak dapat disimpulkan hanya dari percakapan tersebut.

"Memang sebelumnya ibunya itu sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar.

Tetapi penyebab korban gantung diri tidak bisa kita simpulkan karena hal itu, karena masih banyak faktor-faktor lainnya yang harus dilakukan pendalaman," ujar Anggah.

"Namun dari kejadian ini, kami harap para orang tua bisa lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anaknya.

Selain itu, selalu perhatikan dan awasi aktivitas media sosial anak-anaknya sehingga anak merasa bahwa ada orang tua yang selalu hadir dan mendengarkan dirinya," tutupnya.

Kasus di NTT

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas