Layanan Bank Jambi Lumpuh, Ini Penjelasan Gubernur Al Haris
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan gangguan pada Bank Jambi itu merupakan insiden cyber. Kasus itu diambil alih Bank Indonesia, OJK, PPATK, Polisi.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi diblokir sementara oleh Bank Indonesia akibat dugaan insiden siber.
- Audit forensik dilakukan bersama OJK, PPATK, dan kepolisian untuk menyelidiki penyebab serta potensi kerugian nasabah.
- Gubernur Jambi Al Haris memastikan dana dan gaji ASN aman, sementara proses hukum masih berjalan di Polda Jambi.
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Layanan Bank Jambi sejak beberapa hari yang lalu mengalami gangguan. Bank Indonesia telah memblokir sementara akses ATM dan mobile banking Bank Jambi.
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan gangguan pada Bank Jambi itu merupakan insiden cyber, sehingga kasus itu diambil alih oleh Bank Indonesia, OJK, PPATK, dan pihak Kepolisian.
Hal itu disampaikannya kepada awak media, setelah Rapat Umum Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, di Lantai II Gedung Mahligai Bank Jambi, Rabu (25/2/2026) malam.
"Untuk ATM dan mobil mobile banking, belum bisa digunakan sementara waktu ya. Kenapa? Karena sedang diadakan audit forensik,” katanya.
Dia menuturkan, audit forensik dilakukan untuk menyelidiki pihak-pihak terlibat dan ke mana arah keuangannya.
“Alhamdulillah untuk transaksi berikutnya tidak ada masalah. Ya, tidak ada masalah. Sampai hari ini masih boleh mengambil uang di Bank Jambi hanya tidak melalui ATM,” tuturnya.
Al Haris menjelaskan, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Bank Indonesia, agar akses ATM dan Mobile Banking secepatnya bisa dibuka.
“Ya, kalau istilah orang kalau konslet kabel satu, kan ini Bank Indonesia lagi coba. Kabel satu diputuskan mungkin dibuka kabel lain untuk tetap jalan ATM kita. Ini yang kita lagi coba dengan Bank Indonesia dikomunikasikan,” jelasnya.
“Kenapa? Karena Otorisasi ini tentu banyak pihak yang akan dicek oleh Bank Indonesia. Vendor-nya juga dicek, kemudian semua dicek,” lanjutnya.
Bagaimana Gaji ASN?
Terkait Gaji ASN, Al Haris menerangkan tidak ada masalah akibat insiden tersebut.
“Gaji ASN ada, uman sementara tidak bisa menarik di ATM saja. Semoga Bank Indonesia bisa secepatnya mengizinkan membuka blokir itu karena itu ada kuncinya di Bank Indonesia,” terangnya.
Terkait keamanan cyber pasca gangguan di bank itu, Al Haris mengungkap cyber bank tersebut sudah baik, bahkan sudah naik ke level 24.
Baca juga: Masuk Daftar Hitam, Nama Rafina si Pembobol Rekening Nasabah Bank Jambi Dicatat di SIPUTRI
“Nah, ini kan yang namanya cyber kan kejahatan extra ordinary crime ya. Ini bisa saja Bisa saja terjadi di bank-bank mana pun gitu. Kan BCA juga kena kemarin, Bank DKI juga kena, kan Bank NTB gitu kan. Itu Bank Jatim juga gitu. Banyak yang lain juga,” ungkapnya.
Sebenarnya sudah sudah bisa di kendalikan Bank Bank Indonesia hari ini. Hanya saja karena ini sedang audit forensik. Bank Indonesia karena kalau ini dibuka langsung mungkin ATM itu kan nanti mereka bebas lagi memindah-mindah memindahkan ATM ke ke bank-bank lain. Ya kan? Maka ini sementara dibekukan dulu gitu,” sambungnya.
Baca tanpa iklan