Dugaan Skandal Riset Palsu WNI di Konferensi Internasional, ITB Buka Suara
ITB tegaskan dugaan manipulasi riset Prihantini bukan bagian aktivitas akademik kampus, kasus jadi tanggung jawab pribadi.
Editor:
Glery Lazuardi
Dwi kemudian mengikuti sesi presentasi yang dijadwalkan atas nama “Riana Dwi Kurniawati” dengan judul penelitian “Urban Heat Islands and Ageing Lung Vulnerability: Mapping Pneumococcal Pneumonia Risk and Climate-Exposed Older Adult Hotspots in LMIC Megacities”.
Dalam sesi tersebut, perempuan yang diduga Prihantini memperkenalkan diri dengan nama “Riana”. Namun sekitar 10 menit kemudian, perempuan yang sama disebut kembali tampil di sesi berbeda dengan mengganti jilbab menjadi warna merah dan menggunakan identitas bertuliskan nama “Dimas Fajar Prasetyo”.
Ia kemudian mempresentasikan penelitian lain berjudul “AI-Fused Satellite Climate, Urban Heat and PCV Uptake to Prioritise Pneumococcal Booster Strategies for Frail Older Adults in LMIC Megacities” dan memperkenalkan diri sebagai “Dimas”.
Nama Prihantini sendiri diketahui tidak tercantum sebagai penulis dalam dua penelitian tersebut. Namun berdasarkan laman resmi ISPPD, ia mengirimkan lima judul penelitian yang dipamerkan dalam bentuk poster ilmiah.
Lima penelitian itu di antaranya membahas pemanfaatan AI, machine learning, transcriptomic analysis, hingga pemodelan matematika untuk pneumonia pneumokokus.
Dalam daftar penulis, Prihantini dan Rifaldy Fajar menggunakan afiliasi AI-Biomedicine Research Group, IMCDS Biomed Research Foundation Jakarta. Sementara Rini Winarti mencantumkan afiliasi Departemen Biologi Universitas Negeri Yogyakarta.
Kasus ini memicu perdebatan luas di kalangan akademisi terkait integritas penelitian, penggunaan kecerdasan buatan dalam publikasi ilmiah, hingga sistem verifikasi dalam konferensi internasional.
(TribunJabar/DW/Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Alumni Magister Matematika Diduga Lakukan Manipulasi Riset, ITB Sebut Tindakan Pribadi