Profil Sri Setyorini, Wakil Bupati Blora yang Curhat Jalan Rusak ke Ahmad Luthfi, Hartanya Rp5,9 M
Jalan rusak Cepu–Randublatung viral setelah pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi soal prioritas perbaikan menuai kritik warganet.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Warganet menyayangkan pernyataan dari Gubernur Jawa Tengah itu.
Menurut mereka semua jalan rusak harus menjadi prioritas.
"Berati rakyat blora jgn bayar pajak kendaraan mending uangnya buat iuran aja terus buat benerin jalan solnya di blora gak diutamain sama gubernurnya," tulis warganet @masmed_14.
"Jalan itu haknya rakyat, bukan masalah skala prioritas... Jika jalan bagus, perekonomian otomatis tumbuh. Masa gubernur gitu ngomongnya," timpal akun @sudiaja_ya.
Terlepas dari berita di atas, siapa sosok Wakil Bupati Blora?
Profil Singkat Sri Setyorini
Dikutip dari blorakab.go.id, Sri Setyorini merupakan Wakil Bupati Blora periode 2025–2030.
Perempuan kelahiran Blora, 29 Mei 1959 ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang usaha dan organisasi.
Berkantor di Jalan Pemuda No. 12, Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, Sri Setyorini menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri Jetis 1 Blora (1968–1974), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Blora (1974–1976) dan SMA Negeri 1 Blora (1977–1980).
Sebelum terjun ke pemerintahan, ia aktif di dunia bisnis dengan menjabat sebagai Direktur CV Karina.
Pengalamannya di sektor kesehatan dan energi juga tercermin dari posisinya sebagai Komisaris Utama RS Permata Blora periode 2024–2029 serta Komisaris Blora Karsa Karya Energi.
Berbekal pengalaman tersebut, ia memutuskan maju di Pilkada 2024.
Sri mendampingi Arief Rohman.
Pada akhirnya, keduanya meraih kemenangan dengan perolehan suara signifikan, yakni 395.827 suara atau 83,75 persen, mengungguli Paslon nomor urut 2, Abu Nafi dan Andika Adikrishna Gunarjo (Abdi), yang hanya mendapatkan 76.795 suara atau 16,25 persen.
Baca juga: Orang Desa Tak Pakai Dollar: Harga Oli dan Onderdil di Blora Naik, Untung Pengusaha Tempe Menipis
Harta Kekayaan
Sri Setyorini memiliki harta kekayaan mencapai Rp.5.965.846.726.
Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2025.