Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diskusi Hari Lahir Pancasila di Banten, Korpus BEM PTMA Soroti Pembangunan SDM Indonesia

BEM PTMA dorong MBG jadi mandatory spending pembangunan SDM, kritik konstruktif dinilai penting kawal transparansi dan pemerataan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Diskusi Hari Lahir Pancasila di Banten, Korpus BEM PTMA Soroti Pembangunan SDM Indonesia
HO/IST
DISKUSI - Koordinator Korpus BEM PTMA Indonesia, Yogi Alidrus, menyampaikan pandangan soal MBG dalam diskusi kebangsaan di Banten, Senin (1/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BEM PTMA Indonesia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diposisikan sebagai mandatory spending pembangunan SDM
  • Yogi Alidrus menekankan MBG sebagai investasi jangka panjang untuk generasi emas, namun pelaksanaannya wajib diawasi agar transparan, tepat sasaran, dan merata hingga wilayah 3T

TRIBUNNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) Indonesia menyoroti pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Koordinator Pusat Korpus BEM PTMA Indonesia, Yogi Alidrus, mengatakan semangat Pancasila menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. 

Menurut dia, kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional negara mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

"Bangsa yang besar tak hanya dibangun dengan infrastruktur yang megah, tetapi juga dengan kualitas manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi emas Indonesia," ujar Yogi.

Pernyataan itu disampaikan dalam sesi diskusi kebangsaan di Banten dengan mengangkat tema ‘MBG sebagai Mandatory Spending untuk Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia’ pada Senin (1/6/2026). 

Menurut dia, program MBG harus dipahami sebagai investasi strategis negara dalam membangun kualitas manusia Indonesia, bukan sekadar program bantuan sosial jangka pendek.

Rekomendasi Untuk Anda

 

MBG dan Konsep Mandatory Spending

Dalam perspektif kebijakan publik, mandatory spending merupakan pengeluaran negara yang menjadi prioritas dan wajib dialokasikan untuk mencapai tujuan strategis nasional. 

Selama ini Indonesia mengenal mandatory spending pada sektor pendidikan sebesar 20 persen APBN serta sektor kesehatan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Diskusi tersebut menyoroti bahwa pembangunan SDM merupakan agenda utama menuju Indonesia Emas 2045. 

Oleh sebab itu, MBG dapat diposisikan sebagai instrumen strategis negara untuk memutus rantai stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kesehatan masyarakat, serta mendukung produktivitas ekonomi di masa depan.

Investasi pada gizi memiliki dampak multidimensi, mulai dari peningkatan kemampuan belajar siswa, penurunan angka putus sekolah, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.

Yogi menegaskan bahwa dalam negara demokrasi yang berlandaskan Pancasila, mengkritik MBG bukanlah tindakan yang salah. 

Justru kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dalam mengawal keberhasilan kebijakan publik.

Menurutnya, membedakan antara kritik terhadap pelaksanaan program dan penolakan terhadap tujuan program menjadi hal yang sangat penting.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas