Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Debat Panas Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko dan Mahasiswa Semarang, Berujung Walkout

Debat panas Budiman Sudjatmiko dan mahasiswa di Semarang warnai forum Indonesia Emas, berujung walkout peserta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
Memuat video…

“Ada anak tukang becak, anak pemulung, bahkan ada yang empat tahun putus sekolah. Mereka sekarang mendapatkan sekolah berasrama dengan fasilitas yang baik. Ini bentuk keberpihakan kepada masyarakat miskin,” ujarnya.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan bagi kelompok miskin merupakan kunci penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia.

Selain isu pendidikan dan pengentasan kemiskinan, Budiman juga menyinggung tantangan ekonomi global yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas impor.

Menurutnya, pemerintah terus mencari langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi internasional, termasuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Salah satu kebijakan yang tengah dibahas adalah pemberian subsidi kedelai untuk membantu perajin tahu dan tempe serta menjaga daya beli masyarakat.

“Pemerintah terus mencari solusi agar beban masyarakat tidak semakin berat. Salah satu yang sedang dibahas adalah subsidi kedelai agar perajin kecil dan masyarakat tidak terlalu terdampak kenaikan harga akibat dolar,” katanya.

Menanggapi kritik mahasiswa dalam forum tersebut, Budiman menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan harus dihargai.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya tidak pernah mengatakan kritik itu salah. Kritik mereka valid, kritik mereka legitimate. Yang ingin saya jelaskan adalah apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki metode dan strategi pembangunan, bukan menolak tujuan besar yang ingin dicapai negara.

Budiman juga menyebut pemerintah saat ini tengah menjalankan lima agenda utama pembangunan nasional, mulai dari penguatan posisi Indonesia di tingkat global, menjaga persatuan, percepatan pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pengurangan kebocoran anggaran negara.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk tetap menyampaikan kritik secara terbuka namun bertanggung jawab.

“Pidato keras tidak masalah, kritik keras juga tidak masalah. Tapi jangan menghina orang dan jangan merusak fasilitas umum. Kritik harus menjadi bagian dari upaya memperbaiki bangsa,” tegasnya.

Profil Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko dikenal sebagai salah satu tokoh politik dan aktivis Indonesia yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pergerakan, politik, hingga pemerintahan.

Lahir di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada 10 Maret 1970, Budiman saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak 22 Oktober 2024.

Dalam karier politiknya, Budiman pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019 dari Fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas