Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pelabuhan di Daerah Bersiap Hadapi Peningkatan Arus Kapal dan Ancaman Kenaikan Biaya Operasional

Lonjakan arus kapal dan perdagangan tekan layanan pelabuhan, biaya logistik terancam naik akibat pelemahan rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
Memuat video…

Di tingkat nasional, pemerintah juga menyoroti persoalan logistik yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau kontainer impor yang berada di Long Room Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sekitar 3.100 kontainer yang tertahan karena ribuan dokumen impor masih menunggu proses pemeriksaan Bea Cukai.

"Jadi saya kesini hari ini untuk menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan mungkin beberapa hari yang lalu. Bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok suratnya sampai 3.000 surat. Dan itu berkaitan dengan kontainer sebanyak 3.100," ujar Purbaya.

Menurutnya, kondisi tersebut mulai berdampak terhadap dunia usaha karena menghambat pasokan bahan baku dan meningkatkan waktu tunggu barang di pelabuhan.

Purbaya menilai peningkatan volume barang impor tidak dapat dijadikan alasan utama lambatnya proses pemeriksaan.

"Tadi saya tanya masalahnya apa. Ada beberapa masalah. Katanya sebetulnya untuk saya gak masuk akal. Peningkatan jumlah barang masuk. Sehingga prosesnya lambat di sini," ungkap Purbaya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau masalahnya itu, saya minta untuk tambah personelnya lagi. Jadi mereka harus kerja 24/7 sampai nanti jumlahnya turun ke level yang semula. Sekitar 500 yang ada di sini," sambungnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan arus kapal, sektor kepelabuhanan masih menghadapi tantangan dalam menjaga kelancaran layanan logistik.

Kesiapan infrastruktur, efektivitas pelayanan, serta kemampuan menekan biaya operasional menjadi faktor yang akan menentukan kelancaran distribusi barang di berbagai pelabuhan dalam beberapa tahun mendatang.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Wajah Panik Purbaya saat Ditanya soal Transaksi di Pelabuhan Gunakan Dollar AS 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Rupiah Anjlok, Pelindo Waspadai Dampak Impor Barang dan Pelayaran di Pelabuhan Soekarno-Hatta


Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Bongkar Muat Barang Perdagangan Dalam Negeri Sumbar Naik 33,58 Persen, Teluk Bayur Dominasi Muatan


Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Kemacetan Truk ke Teluk Bayur Jadi Sorotan, Area Parkir Bypass Disiapkan sebagai Solusi

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas