Update Demo Mahasiswa Siang Ini: Beredar Poster Jemput Walkot Tasikmalaya, Rantis Jaga DPRD Kalsel
Demo mahasiswa menolak kenaikan BBM meluas di sejumlah daerah, menuntut pembatalan kebijakan dan dialog dengan pemerintah.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Garudea Prabawati
Demo berlangsung pada 14.15 WIB hingga 18.10 WIB.
Korlap aksi Encep Gunawan pada Jumat kemarin memastikan, akan terus melakukan aksi hingga tuntutan dipenuhi.
Mereka meminta pemerintah menurunkan harga bbm dan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Kita akan terus mengawal pernyataan sikap tersebut untuk disampaikan ke pihak DPR RI, agar bisa menjadi kebijakan dan bisa menyelaraskan situasi di daerah," ucap Encep, dikutip dari Tribunpriangan.com.
"Banyak keputusan pemerintah yang timpang terhadap masyarakat. Bahkan kondisi di daerah jelas terasa tidak hanya kenaikan BBM, tapi dampaknya sembako ikut naik," lanjutnya.
Baca juga: Demo di Empat Lokasi Jakarta Hari Ini, Polisi Terapkan Pengamanan Humanis
Rantis Polisi Jaga DPRD Kalsel
Suasana depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No. 18, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tampak berbeda pada Senin (15/6/2026) siang.
Kendaraan milik polisi berupa kendaraan taktis atau bus tampak berada terparkir.
Berdasarkan pantauan wartawan Tribunbanjarmasin.com, kendaraan tersebut berada di area belakang, tepatnya di Jalan MT Haryono.
Personil dari Polres Tanah Laut, Polres Banjarbaru, hingga Polres Banjar sudah sudah mulai bersiap.
Mereka akan ditugaskan mengamankan demo yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan.
Massa aksi berjumlah sekitar 500 orang ini awalnya berkumpul di kawasan Siring Patung Bekantan.
Mereka akan menempuh jarak 2,8 kilometer sebelum menggelar aksi depan Gedung DPRD Kalsel.
“Ada sekitar 500 massa dari mahasiswa dan masyarakat sipil yang bakal turun ke jalan,” kata Koordinator Pusat BEM se-Kalsel, M Irfan Naufal, dikutip dari Tribunbanjarmasin.com.
Irfan dalam kesempatannya juga meminta wakil rakyat untuk menemui massa untuk berdialog.
“Kami ingin tuntutan yang dibawa mahasiswa dapat didengar langsung oleh para pengambil kebijakan. Karena itu kami meminta Ketua DPRD Kalsel dan anggota DPR RI dapil Kalsel hadir dan berdialog,” katanya.
Baca juga: Aksi Demo Serentak Hari Ini, Pengamat: Ini Peringatan bagi Pemerintah agar Berefleksi
Ada 4 Tuntutan