Diskusi Berujung Ricuh di UGM, Mahasiswa Nilai Budiman Cs Tak Layak Bicara Pancasila
Diskusi Pancasila di UGM ricuh, mahasiswa menilai Budiman Sudjatmiko cs tak layak bicara Pancasila, kritik keras dilontarkan.
Editor:
Glery Lazuardi
“Rezim kita buta terhadap banyaknya kebijakan yang tidak pernah menyentuh permasalahan akarnya, MBG yang menyerap habis APBN kita, Koperasi Desa Merah Putih yang nirmanfaat. Pertanyaannya ‘Siapa yang sebenarnya rezim layani? Cita-cita Pancasila atau cita-cita untuk berkuasa?’” imbuhnya.
Dalam pernyataannya, mereka juga menyinggung respons para pejabat yang hadir dalam forum tersebut.
“Bahkan secara eksplisit kami mempertanyakan kepada Nusron Wahid dan Sudaryono, ‘Apakah kalian merasa bersalah (re: dengan kondisi Indonesia saat ini)?’ Mereka secara eksplisit mengatakan TIDAK MERASA BERSALAH. Bahkan, Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN mengelak mengakui adanya ratusan tanah adat yang dicuri oleh pemerintah untuk proyek food estate. Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, juga mengelak mengakui krisis yang saat ini sedang terjadi, yaitu bocornya APBN akibat program kerja populis: MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Tak lupa, Budiman ‘SANG PENGKHIANAT REFORMASI’ Sudjatmiko, Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, menghilang ketika kami ingin mempertanyakan nasib rakyat miskin dan termarjinalka,” katanya.
SEMA UGM menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat agar tidak hanya menjadi slogan dalam forum-forum resmi.
“Perlu digarisbawahi, apa yang kami lakukan sejatinya hanya untuk memperjuangkan bahwa Pancasila tidak seharusnya menjadi pemanis dalam forum-forum resmi, sementara nilai-nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat tak pernah serius mereka perjuangkan. Selain itu, kami terpantik ketika mereka bertiga di podium menantang publik untuk ‘mengkritik secara langsung, bukan di sosial media’. Jika pemerintah terus merampas keadilan dan membiarkan perut rakyat kelaparan, jangan salahkan publik jika kesabaran ini habis. Jangan terkejut, jika dalam waktu dekat REVOLUSI menjadi satu-satunya jalan keluar,” tutupnya.
Respons Budiman cs
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko bicara insiden diskusi di UGM pada Senin (15/6/2026) malam.
Diskusi yang menghadirkan ketiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta itu berubah menjadi ricuh.
Situasi berubah ricuh saat diskusi belum memasuki sesi tanya jawab.
Nusron dan Sudaryono dievakuasi pihak keamanan supaya meninggalkan panggung, meski Nusron tidak setuju istilah “evakuasi”.
Setelah meninggalkan panggung gelanggang mahasiswa UGM itu, mobil dua pejabat ini diikuti massa.
Nusron dan Sudaryono turun dan bersila dengan maksud hendak melayani dialog dengan massa.
Sudaryono Merasa Dipukul
Sudaryono menegaskan bahwa dirinya bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko datang ke UGM dengan niat berdialog secara terbuka dan demokratis dengan mahasiswa.
"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini," ujar Sudaryono dikutip dari TribunJogja
Menurut Sudaryono, sejak awal dirinya dan para narasumber membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk bertanya maupun mengkritik kebijakan pemerintah.
Namun, di tengah jalannya forum, Sudaryono menyebut terdapat sekelompok peserta yang tidak menginginkan diskusi dilanjutkan sehingga situasi menjadi tidak kondusif.