Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menristek: Inovasi Teknologi Harus Ditujukan untuk Penguatan UMKM

Bambang PS Brodjonegoro mengatakan inovasi selayaknya diarahkan untuk penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menristek: Inovasi Teknologi Harus Ditujukan untuk Penguatan UMKM
IST
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai sektor yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 selama setahun ini, dibutuhkan banyak inovasi sistem dan teknologi untuk membangkitkan kembali umkm.

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan inovasi selayaknya diarahkan untuk penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hak itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan global dan dampak sistemik dari pandemi Covid-19.

"Kata kuncinya adalah inovasi, tetapi inovasi ini harus diarahkan kepada transformasi digital dan penguatan UMKM. Kalau itu bisa, berarti UMKM kita sudah siap bersaing secara global," kata  Bambang dalam webinar Connecting Indonesia Discover What's Possible, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Biaya Logistik Mahal Kendala Utama UMKM Bersaing di Pasar Domestik

Agar hal itu segera terwujud, UMKM akan diproyeksikan agar benar-benar terkoneksi dengan dunia digital. Kalau itu sudah dilakukan, maka UMKM bisa mengikuti irama perkembangan bisnis ke depan.

Baca juga: Menteri Teten Usul Anggaran Program PEN untuk UMKM Rp 29,21 Triliun

Melalui Kemenristek, pemerintah Indonesia turut mendorong perbaikan dan kemajuan di sektor industri manufaktur. Tentunya, agar bisa mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia atau talent pool harus benar-benar disiapkan dengan baik mungkin.

Menristek menyebut banyak sekali ahli-ahli di bidang digital maupun di bidang revolusi industri 4.0 sangat dibutuhkan untuk bisa menunjang transformasi digital.

SDM Indonesia saat ini menjadi tumpuan yang sangat diharapkan menghasilkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM. Bila sdm sudah dipersiapkan baik, maka tingkat ketergantungan kepada teknologi yang didatangkan dari luar pastinya akan semakin berkurang.

"UMKM harus bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini, yaitu menuntut agar paham dengan teknologi digital. Karena sdm Indonesia masih harus dipersiapkan lebih giat lagi untuk membantu UMKM. Bila itu sukses, ketergantungan pada teknologi luar negeri pasti akan mulai berkurang," jelas Bambang.

Penggunaan tingkat komponen dalam negeri juga diharapkan akan meningkat, dan adopsi teknologi terutama Big Data dan Internet of Things (IoT) akan makin dikuasai oleh ahli-ahli yang berasal dari Indonesia.

Terakhir, mantan Kepala Bappenas ini mengungkapkan bahwa ada faktor penting untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Menurut Bambang, Big Data dan IoT perlu dikembangkan agar mengakselerasi transformasi digital di Indonesia. Selain itu, 2 faktor ini sangatlah penting untuk mencetak tenaga ahli di bidang digital.

"Big Data dan IoT menjadi penting karena dua komponen dari revolusi industri ke-4 itu akan bisa mempercepat transformasi digital di Indonesia, dan ada banyak minat dan keahlian di bidang tersebut yang diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi pemain dalam bidang transformasi digital," tutup Bambang.

Foto: Menristek Bambang Brodjonegoro saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk Connecting Indonesia Discover What's Possible, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas