Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria AS Tewas di Kepulauan Sentinel, India, Tidak Akan Dievakuasi

Jenazah pria yang ada di Pulau Sentinel tidak akan dievakuasi oleh pemerintah India, mereka menilai keputusan tersebut adalah yang terbaik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Vebri
zoom-in Pria AS Tewas di Kepulauan Sentinel, India, Tidak Akan Dievakuasi
theaustralian.com.au
Jenazah Pria di Sentinel Diputuskan Tidak Akan Dievakuasi 

TRIBUNNEWS.COM - Jenazah pria yang berada di Kepulauan Sentinel tidak akan dievakuasi.

Pria yang teridentifikasi bernama Jhon Allen Chau, seorang misionaris berkebangsaan Amerika Serikat (AS)

Pemerintah India menilai, keputusan untuk tidak mengevakuasi jenazah pria tersebut adalah keputusan terbaik.

Tribunnews melansir dari Grid, Kamis (29/11/2018), tindakan diambil karena mustahil untuk mengevakuasi jenazah Chau.

John Allen Chau, misionaris Amerika yang tewas setelah dipanah suku terasing di Andaman, India.
John Allen Chau, misionaris Amerika yang tewas setelah dipanah suku terasing di Andaman, India. (Instagram/johnachau)

Pemerintah India tidak ingin mengganggu ketenangan Suku Sentinel yang mediami wilayah tersebut.

Keputusan ini dilontarkan oleh seorang antropolog yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kami memutuskan untuk tidak mengganggu Suku Sentinel," ucap antropolog yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami sudah lama tidak berhubungan dengan suku tersebut dan memutuskan untuk tidak mencobanya," lanjutnya.

Antropolog ini pun mengatakan bahwa usaha yang dilakukan untuk mengambil jenazah Chau di pulau tersebut pasti akan menimbulkan keributan antara penduduk dan pendatang dari luar.

"Maka dari itu kita seharusnya tidak menyulut emosi mereka," ucapnya.

Dilansir dari Kompas, Kamis (29/11/2018), Suku Sentinel diyakini sebagai suku pra-Neolitik terakhir di dunia.

Suku Sentinel gemar menembak panah pada orang asing yang mendekati pulau mereka.

Mereka juga yang melesatkan panah ke arah turis AS John Allen Chau, kemudian membiarkannya mati di tepi laut pada pekan lalu.

Chau membayar nelayan untuk mendekati pulau tersebut secara ilegal.

Kematiannya membuktikan bahwa begitulah cara suku Sentinel agar tetap terputus dari dunia luar untuk waktu yang begitu lama.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas