Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jurus Jitu Christine Hakim Promosikan Indonesia ke Dunia

Christine Hakim mengaku tertantang untuk selalu tampil sebagai perempuan Indonesia seutuhnya.

Jurus Jitu Christine Hakim Promosikan Indonesia ke Dunia
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Aktor senior Herlina Christine Natalia Hakim atau biasa dipanggil Christine Hakim saat menghadiri acara konferensi pers mengenai Balinale Internasional Film Festival di Istana Sahid Apartemen, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2012). (Tribun Jakarta/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai insan perfilman yang kerap menghadiri banyak acara di luar negeri, aktris senior Christine Hakim mengaku tertantang untuk selalu tampil sebagai perempuan Indonesia seutuhnya. Ia tak merasa harus selalu mengenakan kebaya tiap kali hadir di acara-acara yang diselenggarakan di negara lain, berkaitan dengan film atau budaya di mana ia mewakili Indonesia. Namun untuk menunjukkan ke-Indonesia-annya di mata dunia, ia mengaku punya jurus jitu.

“Saya memang sering menghadiri beberapa acara di luar negeri, seperti ke acara Festival Film Cannes di Prancis beberapa waktu lalu. Sebagai orang Indonesia, ya, saya tampil layaknya perempuan Indonesia seutuhnya. Misalnya, menggunakan gaun dari kain batik atau ikat. Dengan aksesori yang juga buatan Indonesia, untuk mempromosikannya ke mata dunia,” ujarnya bangga, saat ia menghadiri pembukaan Gelar Sepatu, Kulit, dan Fesyen Produksi Indonesia 2014, di Jakarta Convention Center, Rabu (28/5/2014).

Giwang dan bros yang dikenakan Christine hari itu sangat unik, berbentuk daun berwana emas. Ternyata, kata Christine, cara pembuatan aksesori yang dikenakannya ini memang sangat unik.

“Suatu kali saya pernah datang ke acara bazar di Surabaya. Lalu saya lihat ada perajin membuat aksesori dari daun asli yang diberi air keras sampai kaku, lalu disepuh perak, dan terakhir dilapisi emas. Unik sekali pembuatannya," ujarnya kagum.

Ia lalu memesan satu set giwang dengan brosnya, yang desainnya dipesannya sendiri supaya bisa disesuaikan dengan kebutuhannya.

"Karena ini daun asli, lihat saja secara teliti, berbeda satu sama lain, kan?” ujarnya sambil memperlihatkan giwang daun yang sedang dipakainya.

Dalam kesempatan lain, Christine pun pernah mengunjungi suatu daerah di Kalimantan. Ia memesan tas tangan atau clutch  berukuran cukup besar yang berasal dari hasil kerajinan anyaman bermotif lokal.

“Agar lebih chic  dan ada sentuhan modernnya, saya minta desainernya untuk menampahkan aplikasi animal print  di tepinya. Jadi bisa saya padupadankan dengan kain batik yang saya pakai ini,” tuturnya lagi.

Menurutnya, produk khas Indonesia sangat bisa bersaing dengan produk-produk dari luar negeri. Ia mengingatkan betapa Indonesia punya ribuan pulau dan berbagai budaya, sehingga menghasilkan produk budaya yang sangat kaya. Jenis kain dari setiap daerah seperti batik atau tenun ikat bisa berbeda-beda, baik motif maupun teknik pembuatannya.

"Makanya, saya senang datang ke acara-acara bazar seperti Gelar SKF 2014 ini, karena menampilkan banyak perajin dari sejumlah daerah di Indonesia yang karyanya mampu mewakili Indonesia di mata dunia.”

Kendati senang tampil dengan busana bernapaskan tradisi Indonesia, namun Christine mengaku tidak sampai mengoleksi sejumlah kain batik atau ikat dengan terlalu serius, atau secara khusus berburu ke banyak tempat di Indonesia.

"Tapi setiap saya ada kesempatan ke suatu daerah, pasti saya akan beli kalau memang bagus. Dan sambil iseng, saya suka pesan dengan desain sendiri  sesuai kebutuhan. Suka saja dengan hasilnya,” ujarnya sambil tersenyum.
(Tabloidnova.com/Intan Y. Septiani)

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tabloidnova.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas