Penjelasan Ria Ricis Fotonya Tanpa Hijab Bisa Diperoleh Eks Sekuriti
Ria Ricis diancam dan diperas. Jika keinginan pelaku tak dipenuhi, foto pribadinya bakal disebar.
Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Youtuber Ria Yunita atau Ria Ricis mengungkapkan dugaan pengancaman yang dilakukan eks sekuritinya, Angga Pratama (AP).
AP mengancam Ria Ricis untuk membeberkan foto tanpa hijab ke publik apabila tidak memberikan uang senilai ratusan juta.
"Ada yang lain juga (foto dan video) yang mulia, saya sekarang pake kerudung tapi saat itu menurut saya sangat terbuka karena berbeda dari pribadi saya sebelumnya," kata Ria Ricis dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).
Baca juga: Diancam Foto Pribadinya Disebar, Mental Ria Ricis Syok hingga Kena Mental
Ricis menduga eks sekuriti itu mendapat foto dirinya tanpa hijab melalui ponsel pribadinya yang biasa membuat konten untuk bekerja.
"Saya denger dia dapet dari handphone saya karena saya memang di rumah itu ada beberapa handphone yang dipakai untuk pribadi sama kerja," ujar Ricis.
"Yang untuk pribadi memang biasanya suka foto-foto, kirim dan bikin video untuk diri sendiri," lanjutnya.
Mantan istri Teuku Ryan itu sendiri tidak mengetahui pasti kejadian foto tanpa hijab bisa dimiliki oleh AP.
Namun ia menduga kejadian tersebut dilakukan ketika menyambungkan CCTV rumah dengan ponsel miliknya.
"Terus saya enggak tahu pastinya kapan handphonenya itu dikasih atau mungkin seinget saya juga dulu itu pernah minta tolong untuk nyambungin cctv jadi pinjem handphone gitu," ungkap Ricis.
Hal ini yang kemudian membuat AP mengamcam Ria Ricis dengan menyebarkan foto sang youtuber.
Namun ancaman tersebut tidak langsung kepada dirinya melainkan kepada ART dan manajernya.
"Whatsapp tapi bukan ke saya langsung tapi ke pembantu anak sama manajer," ucap Ricis.
Usai kejadian Ricis tidak langsung mengirimkan uang kepada AP, ia justru melaporkan eks sekuritinya itu ke polisi atas dugaan tindak pengancaman dan pemerasan.