Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

'Pala Lu Peyang', Lagu Terbaru Slank Buat yang Gemar Sebar Kebencian dan Hoax

Ide pembuatan lagu tersebut juga berasal dari banyaknya pemberitaan tidak bermutu yang muncul saat kondisi sedang rukun-rukunnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 'Pala Lu Peyang', Lagu Terbaru Slank Buat yang Gemar Sebar Kebencian dan Hoax
Tribunnews/JEPRIMA
Aksi panggung grup band SLANK saat tampil pada perayaan Ulang Tahun Indosiar yang ke 22 dengan tema Konser Raya 22 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017) malam. Dalam kesempatan tersebut, Slank menampilkan sesuatu yang spesial. Tidak hanya merayakan HUT Indosiar, di penampilannya kali ini Slank sekaligus melaunching lagu terbarunya yang berjudul Pala Lu Peank. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Slank, band yang beranggotakan Kaka (vokals), Bim Bim (drummer), Ridho (gitaris) , Ivan (Basis), Abdee (gitaris) siap merilis album terbaru mereka awal Februari mendatang.

Di album yang proses rekamannya sudah dilakukan pada 2016 lalu, Slank akan menyanyikan lagu yang berjudul 'Pala Lo Peyang'.

Kaka menceritakan kalau lagu tersebut dibuat untuk orang-orang yang gemar menyebarkan kebencian, dan berita-berita hoax, alias palsu.

"Ini lagu buat orang-orang yang menyebarkan kebencian. Yang menyebarkan berita hoax. Kita bikin, orang seperti itu 'Pala Lu Peyang'," ungkap Kaka saat ditemui di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Ide pembuatan lagu tersebut juga berasal dari banyaknya pemberitaan tidak bermutu yang muncul saat kondisi sedang rukun-rukunnya.

"Ya di kita lagi tumbuh pendewasaan bangsa ini, lagi rukun-rukunnya terus ada orang yang menggunakan berita-berita yang nggak mutu," tutur Kaka.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Bim Bim, drummer berambut gondrong itu, berita hoax bukanlah sikap masyarakat yang berdemokrasi.

"Kita anggap hoax bukan demokrasi," tandas Bim Bim.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas