Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengapa Orang Hidup di Kota Mudah Stres? Ini Faktornya Selain Macet

Bagi Anda yang hidup di tengah hiruk-pikuk perkotaan pasti pernah merasakan stres di kehidupan sehari-hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mengapa Orang Hidup di Kota Mudah Stres? Ini Faktornya Selain Macet
MSN.com
Ilustrasi Kendaraan Terjebak Macet 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi Anda yang hidup di tengah hiruk-pikuk perkotaan pasti pernah merasakan stres di kehidupan sehari-hari.

Tantangan hidup yang kian berat, trauma di masa lampau, tekanan pekerjaan dan tuntutan untuk memenuhi standar gaya hidup seringkali menimbulkan stres berkepanjangan.

Di kota besar seperti Jakarta, cekcok karena padatnya lalu lintas bahkan bisa membuat urat saraf menegang dan menimbulkan amarah terhadap lingkungan sekitar.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh British Heart Foundation terungkap bahwa orang yang hidup di kota besar rentan menagalami masalah jantung.

Dalam Media Workshop 'Mengenal TRE: Model Pelatihan Menghilangkan Stres Berbasis Kecerdasan Tubuh' di Jakarta, Jumat (2/11) seorang praktisi Psikolog Elizabeth T Santosa, M.Psi, Psi menjelaskan ragam faktor mengapa orang yang hidup di kota besar mudah stres.

Hal ini, menurut Elizabeth bahkan memicu kekerasan satu sama lain yang berawal dari tingginya individu yang mengalami stres dan depresi.

"Hidup di Jakarta tuh berat dan sulit untuk tenang, macet nyatanya juga meningkatkan agresi sehingga emosi akan menular pada lingkungan sekitar," ungkap Elizabeth.

Rekomendasi Untuk Anda

Di samping macet, berikut ini deretan faktor mengapa manusia masa kini amat rentan mengalami stres.

- Kondisi biologis

Seseorang yang sedang merasakan kondisi tubuh yang kurang sehat bahkan bisa mengalami stres.

"Jangan salah, stres dalam kasus aku kebanyakan dialami sama ibu rumah tangga dibandingkan ibu bekerja karena keinginan untuk mengaktualisasi diri dan mengeksplorasi tetapi terbatas oleh keadaan," tutur Elizabeth.

Hal ini tak mengubah level stres dalam diri seorang wanita, kendati suami sudah memberikan materi yang cukup namun wanita tidak menemukan hal yang menjadi minat dan bakatnya.

Jika tak diintervensi dengan baik, maka seseorang akan dikeliling stres dan mudah marah bahkan untuk hal yang sebenarnya sepele.

- Lingkungan

Faktor lingkungan juga menjadi pemicu di mana kacamata sosial akan membuat kita mudah stres.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas