Rindu Sang Bunda dan Hanya Tahu Nunung Harus Dirawat karena Sakit, si Bungsu Tetap Ceria di Sekolah
Anak bungsu Nunung yang masih duduk di sekolah dasar, kerap merindukan sang ibunda. Keluarga pun memberitahu tak pulangnya Nunung karena sakit.
Editor: Anita K Wardhani
“Pasti diajak. Tapi kalau diajak ke sini saya pribadi ngerasanya gak etis ya. Takut ngerusak psikis adik saya,” ujarnya.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nunung ditahan di Ditresnarkoba Pola Metro Jaya sejak Senin (22/7/2019) kemarin.
Ia dan sang suami, July Jan Sambiran atau Iyan Sambiran terancam 5 tahun penjara terkait kepemilikan narkotika.
Mereka dijerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Juncto Pasal 127 Undang-undang RI No 35 tahun 2019 tentang narkotika.
Tepis Dibully Hingga Rencana Pindah Sekolah
Anak sulung Nunung, Bagus Permadi tak memungkiri jika pihak keluarga hendak memindahkan sekolah adiknya.
Semula, keluarga berniat agar anak-anak Nunung pindah sekolah ke Solo, Jawa Tengah.
Hal itu, demi menjaga psikis anak bungsu Nunung, terkait kasus narkotika yang kini menjerat sang ibunda.
“Sebenarnya, dari Tante saya, dia bilang seperti ini, mungkin adik-adik saya akan di bawa ke Solo,” kata Bagus usai menjenguk Nunung di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Selasa (23/7/2019).
Rencana tersebut, kata Bagus, bukan lantaran sang adik mendapat perundungan alias bully dari sekolahnya.
Bahkan, menurutnya, hingga kini sang adik tidak dibully sama sekali di sekolahnya.
Rencana pindah sekolah semata-mata hanya karena ingin menjaga psikis anak-anak Nunung.
“Tidak ada kata-kata (pindah karena dibully), tapi ada kata-kata akan dibawa ke Solo karena menjaga psikis adikku kan,” katanya.
Namun kata Bagus, dirinya yang berhak mengambil keputusan apakah sang adik akan pindah sekolah. Sebab, kini ia memegang tanggung jawab menggantikan kedua orang tuanya.
Ia berpendapat, sang adik tak perlu pindah sekolah.