Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Seleb

Sudah Siapkan Pluit dan Tongkat Polisi, Ramengvrl Sedih Batal Manggung di Berdendang Bergoyang

Wanita berusia 30 tahun itu menyebut dirinya sedang bersiap-siap saat diberitahu penyelenggara dirinya batal manggung

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sudah Siapkan Pluit dan Tongkat Polisi, Ramengvrl Sedih Batal Manggung di Berdendang Bergoyang
WARTAKOTALIVE.COM/ARIE PUJI WALUYO
Rapper Ramengvrl jadi salah satu musisi yang batal manggung di acara festival musik Berdendang Bergoyang, yang digelar akhir pekan lalu 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapper Ramengvrl jadi salah satu musisi yang batal manggung di acara festival musik Berdendang Bergoyang  akhir pekan lalu. 

Batalnya Ramengvrl beraksi diatas panggung Berdendang, lantaran alasan keamanan di acara musik tersebut, karena kelebihan kapasitas penonton. 

Ramengvrl membenarkan dirinya batal manggung di acara musik Berdendang Bergoyang, yang dihadiri lebih dari 20 ribu penonton itu di akhir pekan lalu. 

"Oh aku batal manggung di hari kedua. Jadi di stageku itu semua pengisi acara batal manggung dadakan," kata Ramengvrl ketika ditemui dalam acara Martel The New Icon Media Gathering di Sun Katsura, SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022). 

Baca juga: Lirik Lagu TikTok Pretty Real - Beauty Vloggers Indonesia feat Ramengvrl: Jare Sopo Aku Gak Iso?

Wanita berusia 30 tahun itu menyebut dirinya sedang bersiap-siap saat diberitahu penyelenggara dirinya batal manggung. 

"Lagi siap siap pakai wig, tiba tiba diumumin gajadi. Ya sedih karena gua udah prepare banget," ucapnya. 

BERITA TERKAIT

Wanita bernama asli Putri Estiani itu sudah mempersiapkan dengan matang penampilannya, sekaligus gimmick-gimmick diatas panggung yang lucu. 

"Gua udah beli pluit sama tongkat polisi eh gajadi. Sangat disayangkan ya. Tapi lebih baik begitu daripada terjadi hal yang tidak diinginkan," jelasnya. 

Meski menyayangkan, Ramengvrl mendukung aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif untuk membubarkan penonton dan menghentikan acara Berdendang Bergoyang sebelum waktunya. 

"Cuma lebih baik dicancel daripada terjadi hal hal yang lebih tak diinginkan lagi," ungkapnya. 

Ramengvrl pun meminta kepada penyelenggara atau promotor acara untuk bertanggung jawab terhadap tiket penonton yang sudah membelinya. 

"Ya sebagai pembeli tiket pasti marah banget ya. Aku pernah merasakan itu. Tapi tanggung jawab promotor harus dilakukan ke penonton, baik refund atau apa," ujar Ramengvrl. (Arie Puji Waluyo/ARI)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas