Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Ketika Putar Musik di Pusat Belanja Tak Lagi Terusik Polemik Royalti

Polemik royalti musik yang belakangan ini jadi sorotan, sempat menimbulkan kecemasan banyak pihak. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Willem Jonata
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Ketika Putar Musik di Pusat Belanja Tak Lagi Terusik Polemik Royalti
HandOut/IST
KERJA SAMA -  Ketua Umum Gekraf, Kawendra Lukistian menyambut baik kerjasama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Velodiva. Kerjasama ini menjembatani kepentingan pemilik usaha dan pencipta musik sehingga semua pihak diuntungkan. 

Dukungan Gekraf memperkuat legitimasi kolaborasi ini dan mendorong sektor lain, seperti hotel, restoran, kafe, dan pusat hiburan, untuk mengadopsi standar yang sama.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa kerja sama ini membawa dampak positif bagi seluruh pusat belanja di Indonesia.

Menurut dia, pusat belanja adalah wajah modern Indonesia. Kami harus memastikan setiap operasional berjalan sesuai hukum, termasuk penggunaan musik.

"Dengan Velodiva, anggota APPBI bisa lebih tenang karena semua proses tercatat jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini praktik bisnis yang sehat, adil, dan membanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Velodiva, Vedy Eriyanto, menambahkan kehadiran Velodiva bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membangun ekosistem musik yang berkelanjutan.

Sistem ini, lanjut dia, menjembatani kepentingan pemilik usaha dan pencipta musik sehingga semua pihak diuntungkan.

Dengan pencatatan otomatis dan laporan transparan, pemilik usaha dapat fokus menjalankan bisnis tanpa khawatir soal lisensi, sementara pencipta musik menerima haknya dengan adil.

Rekomendasi Untuk Anda

“Velodiva hadir sebagai jembatan antara pemilik usaha dan pencipta lagu. Musik di ruang publik kini tidak lagi menimbulkan keraguan. Semua pihak diuntungkan: pengusaha tenang, pencipta musik terlindungi,” jelas Vedy.

Velodiva sepenuhnya dikembangkan di Indonesia. Keunggulannya tidak hanya setara dengan teknologi global, tetapi juga lebih relevan dengan kebutuhan pasar dalam negeri. Sistem ini mudah digunakan, sesuai regulasi nasional, dan menjawab kebingungan yang selama ini dirasakan pemilik usaha.

Hal ini sekaligus menjadi simbol kemandirian bangsa, bahwa Indonesia mampu menghadirkan solusi berkelas dunia untuk industri musiknya sendiri.

“Velodiva adalah bukti bahwa teknologi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional dan memahami kebutuhan lokal. Dari Indonesia, untuk Indonesia. Inilah semangat merah putih dalam praktik nyata,” tambah Vedy.

Bagi pemilik usaha, musik kini bukan lagi risiko, melainkan sumber kebanggaan. Jika dulu musik dianggap rumit karena masalah royalti, sekarang musik dapat dinikmati dengan tenang, sambil mendukung keberlangsungan industri kreatif Indonesia.

Baca juga: Fraksi Golkar Terima Usulan Skema Hybrid Royalti Musik dari Piyu Padi

Para pencipta musik bisa yakin karya mereka dihargai secara adil. Ekosistem musik Indonesia pun bergerak ke arah yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas