Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Parenting Aman Menurut Psikolog: Bukan Soal Anak Nurut, tapi Merasa Dilindungi

Kepatuhan anak belum tentu menjadi tanda parenting yang sehat.  Ini pandangan psikolog.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Parenting Aman Menurut Psikolog: Bukan Soal Anak Nurut, tapi Merasa Dilindungi
Shutterstock
Kepatuhan anak belum tentu menjadi tanda parenting yang sehat.  Ini pandangan psikolog. 

Anak menuruti perintah tanpa keberanian untuk menyampaikan perasaan atau pendapatnya sendiri.

Menurut Wiwik, relasi seperti ini berisiko menciptakan jarak emosional. 

Anak belajar patuh, tetapi tidak belajar merasa aman. Padahal, rasa aman menjadi fondasi penting bagi perkembangan psikologis anak dalam jangka panjang.


Tantangan Parenting di Era Digital

Wiwik mengakui, menjadi orang tua di masa sekarang memiliki dua sisi sekaligus: lebih mudah dan lebih berat. 

Di satu sisi, akses informasi tentang parenting sangat mudah didapat. 

Orang tua bisa mencari referensi hanya dari genggaman tangan. 

Namun di sisi lain, tekanan yang dihadapi jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tekanan digital menjadi salah satu tantangan utama. Anak-anak kini sangat cepat beradaptasi dengan teknologi, bahkan sejak usia sangat dini. 

Gawai, media sosial, dan ruang pergaulan digital membuka dunia yang luas, namun juga sulit dikontrol sepenuhnya oleh orang tua.

Selain itu, lingkungan sosial dan tekanan ekonomi turut memengaruhi pola pengasuhan. 

Anak mudah membandingkan gaya hidup, pergaulan, hingga nilai-nilai yang mereka lihat dari luar rumah, sementara orang tua sering merasa tertinggal dan tidak siap.

Rasa Aman, Kunci Anak Mau Bercerita

Di tengah tantangan tersebut, Wiwik menegaskan bahwa rasa aman tetap menjadi kunci utama. 

Anak yang merasa aman di rumah akan menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk bercerita, terutama di usia dini hingga sekitar 12 tahun.

Ia menjelaskan, masalah sering mulai muncul ketika anak memasuki masa remaja dan mulai lebih dekat dengan lingkungan pertemanan. 

Jika sejak kecil hubungan emosional tidak terbangun dengan hangat, anak akan semakin menjauh dari orang tua.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas