Yudi Pratama Dituding Pansos di Kisruh Inara Rusli–Insanul, Tegaskan Wawancara Bukan Cari Panggung
Dihujat karena komentar soal nikah siri Inara Rusli–Insanul Fahmi, Yudi Pratama bantah pansos dan siap beri bukti.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Yudi meragukan klaim nikah siri 7 Agustus 2025 antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
- Usai tampil di talk show, ia dituding pansos dan banjir hujatan di media sosial.
- Yudi menegaskan pernyataannya berdasar fakta, siap beri keterangan ke polisi, dan menyebut wawancara sebagai bentuk tanggung jawab.
TRIBUNNEWS.COM - Nama Insanul Fahmi kembali ramai menjadi perbincangan publik setelah dilaporkan oleh istri sahnya, Wardatina Mawa.
Laporan dugaan perzinaan itu dilayangkan ke Polda Metro Jaya setelah Mawa memergoki dugaan hubungan antara suaminya dengan aktris Inara Rusli.
Alih-alih mereda, polemik justru semakin melebar. Insanul Fahmi mengaku telah menikahi Inara Rusli secara agama atau siri pada Agustus 2025.
Namun, Mawa tetap melanjutkan laporannya hingga kasus tersebut resmi naik ke tahap penyidikan.
Di tengah kisruh tersebut, sahabat Insan, Yudi Pratama, ikut menjadi sorotan.
Saat menjadi bintang tamu dalam program talk show Pagi Pagi Ambyar, Yudi secara terbuka meragukan klaim pernikahan siri yang disebut terjadi pada 7 Agustus 2025.
Ia bahkan menyebut berada di lokasi bersama Inara pada tanggal yang dimaksud.
“Di tanggal itu, (7 Agustus 2025) aku berada bersama saudara IR (Inara Rusli) dan asisten pribadi (asprinya), saudara V dan memang tidak ada, aku meragukan pernikahan itu terjadi, karena mereka mengatakan mereka menikah siri di tanggal itu,” ucap Yudi.
Pernyataan tersebut berbuntut panjang.
Di media sosial, Yudi banjir hujatan dan dituding panjat sosial alias pansos karena dianggap ikut mencari panggung dalam konflik rumah tangga tersebut.
Lewat akun Instagram @yudipratama, ia pun memberikan klarifikasi sekaligus bantahan atas tudingan tersebut.
Baca juga: Ustadzah Sindir Insanul Fahmi Ingin Punya 2 Istri: Harus Berilmu Tinggi, Tajir dan Tampan Dulu
Yudi menilai bahwa menanggapi komentar negatif secara emosional justru tidak akan menyelesaikan persoalan.
“Menanggapi mereka hanya akan membuat kita ikut terbawa suasana. Yang terpenting, kewajiban saya untuk menyampaikan kebenaran yang saya ketahui sudah saya tunaikan,” tulisnya, dikutip Tribunnews, Jumat (27/2/2026).
Ia juga menegaskan kesiapannya jika sewaktu-waktu dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.
“Selanjutnya, apabila dibutuhkan oleh pihak kepolisian, saya tinggal memberikan keterangan sesuai dengan apa yang saya ketahui, lengkap dengan bukti-bukti yang ada. Saya memiliki latar belakang hukum, sehingga setiap pernyataan yang saya sampaikan harus berdasarkan fakta dan bukti, bukan hanya asumsi,” lanjutnya.