Respons Azizah Salsha Usai Bigmo-Resbob Tersangka, Sudah Memaafkan dan Siap Berdamai
Azizah mengungkapkan bahwa keluarga dari kedua tersangka telah berupaya menjalin komunikasi untuk meminta maaf secara langsung.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Bigmo dan Resbob jadi tersangka pencemaran nama baik yang dilaporkan Azizah Salsha
- Di balik ketegasan hukum tersebut, Azizah memberikan sinyal kuat untuk menyudahi konflik melalui jalur kekeluargaan
- Azizah mengungkapkan bahwa keluarga dari kedua tersangka telah berupaya menjalin komunikasi untuk meminta maaf secara langsung
TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh selebgram Azizah Salsha memasuki babak baru.
Dua YouTuber, Muhammad Jannah alias Bigmo dan Adimas Firdaus alias Resbob, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Menanggapi penetapan status tersangka tersebut, wanita yang akrab disapa Zize ini menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja kepolisian yang telah memproses laporannya secara profesional.
Namun, di balik ketegasan hukum tersebut, Azizah memberikan sinyal kuat untuk menyudahi konflik melalui jalur kekeluargaan.
Azizah mengungkapkan bahwa keluarga dari kedua tersangka telah berupaya menjalin komunikasi untuk meminta maaf secara langsung.
Bahkan, ia tidak menampik adanya permohonan dari ibunda Bigmo dan Resbob agar laporan tersebut dicabut.
"Intinya kami semua baik-baik saja. Kalau soal perdamaian, kurang tahu, tapi tunggu saja," ujar Azizah Salsha saat ditemui di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2026).
Mantan istri pesepak bola Pratama Arhan ini mengaku sudah memaafkan tindakan kedua tersangka.
Hal itu didasari oleh usaha gigih Bigmo dan Resbob yang mencoba menghubunginya melalui teman-temannya untuk menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf.
"Selama orangnya ada niat baik, saya pasti memaafkan. Selama ini mereka juga mencoba reach out saya lewat beberapa teman. Alangkah baiknya kita bisa selesaikan secara kekeluargaan dan saling memaafkan satu sama lain," jelas wanita berusia 22 tahun tersebut.
Meski sempat merasa dirugikan oleh narasi yang dibangun para pelaku, Azizah kini memilih untuk tidak lagi memusingkan opini negatif publik.
Baginya, ketenangan batin jauh lebih penting daripada larut dalam perselisihan hukum yang panjang.
"Orang mau bicara apa, ya sudah saja. Kita jalani saja, living the life. Kita baik-baik saja semuanya, bahagia saja jadi tidak merasa sakit hati lagi," pungkas Azizah.
Baca tanpa iklan