Astrid Prihatin Masih Ada Teman Sesama Musisi Hak Royaltinya Masih ‘Nyangkut’
Penyanyi Astrid komentari polemik royalti musik. Astrid mengaku prihatin lantaran masih ada rekan sesama musisi yang hak royalti mereka belum beres.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Anita K Wardhani
Namun, Astrid menegaskan bahwa izin tetap diperlukan apabila lagu tersebut digunakan untuk kepentingan komersial.
“Kalau untuk kebutuhan komersial, iya, harus. Karena di belakang aku juga ada publishing dan lain-lain yang harus dilewati,” pungkasnya.
Royalti Meningkat karena Lagu Lama Kembali Populer
Di sisi lain, Astrid mengatakan lagu-lagu lamanya kembali populer dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan royalti dalam beberapa tahun terakhir.
Astrid mengatakan, tren tersebut mulai terasa dalam kurun waktu lima hingga enam tahun terakhir melalui media sosial TikTok.
“Pendapatan royalti alhamdulillah sih. Memang ada perbedaan dalam lima sampai enam tahun terakhir, karena lagu-lagu lama itu jadi banyak didengar lagi,” kata Astrid di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu lagunya yang berjudul “Terpukau” sempat kembali ramai di TikTok saat masa pandemi 2020–2021. Padahal, lagu tersebut telah dirilis belasan tahun lalu.
“Waktu pandemi itu, lagu ‘Terpukau’ tiba-tiba ramai lagi di TikTok. Jadi banyak pendengar baru, mungkin dari Gen Z, yang merasa relate dengan lagu itu,” ujarnya.
Menurut Astrid, fenomena viral tersebut berdampak langsung pada jumlah streaming, yang kemudian berujung pada peningkatan royalti yang ia terima.
“Kalau sudah berujung ke streams, otomatis royalti juga ada. Bahkan menggulung ke lagu-lagu lain juga,” jelasnya.
Tak hanya “Terpukau”, lagu lain seperti “Mendua” juga ikut kembali diminati oleh pendengar baru dari generasi muda.
“Dulu mungkin lagu itu identik dengan yang patah hati saja, tapi sekarang ternyata Gen Z juga suka. Aku juga nggak nyangka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Astrid menyebut bahwa royalti dari lagu-lagu tersebut tetap ia terima berkat kerja samanya dengan label Sony Music Entertainment yang masih berjalan hingga saat ini.
“Masih ada laporan yang oke sampai sekarang, jadi aku bersyukur banget. Walaupun sudah 20 tahun berkarier, masih bisa merasakan hasil dari lagu-lagu lama,” katanya.
Astrid pun menilai, fenomena ini menjadi bukti bahwa karya musik memiliki umur panjang dan bisa kembali populer di waktu yang tak terduga.
“Jadi kita nggak pernah tahu, karya yang dibuat sekarang mungkin baru akan dinikmati 10 atau 20 tahun lagi,” tandasnya.
Baca tanpa iklan