Rachel Amanda Pernah Syuting 25 Jam Nonstop, Ungkap Dugaan Eksploitasi di Dunia Hiburan
Di balik gemerlapnya panggung hiburan, tersimpan realitas kelam mengenai jam kerja ekstrem yang harus dihadapi para pemainnya.
Penulis:
M Alivio Mubarak Junior
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Rachel Amanda ungkap pengalaman kelam saat masih belia, ia pernah dipaksa syuting hingga 25 jam nonstop akibat sistem kerja industri yang tidak wajar.
- Belajar dari eksploitasi masa lalu, Rachel Amanda kini lebih selektif dalam memilih proyek akting dengan syarat mutlak jam istirahat yang manusiawi.
- Rachel Amanda tegaskan bahwa tidur cukup adalah syarat profesionalisme agar ia tetap fokus dan prima saat menjalani proses syuting di depan kamera.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Rachel Amanda tentu sudah tak asing di dunia perfilman Tanah Air apalagi ia pernah menghiasi layar kaca dengan bintangi banyak sinetron di era 2000an.
Mantan bintang cilik itu blak-blakan mengenai pengalamannya bekerja di luar batas kewajaran.
Di balik gemerlapnya panggung hiburan, tersimpan realitas kelam mengenai jam kerja ekstrem yang harus dihadapi para pemainnya.
Pengalaman pahit ini turut dirasakan langsung oleh aktris berbakat, Rachel Amanda.
Rachel menyebut profesi aktor kerap menuntut dedikasi waktu yang jauh lebih brutal ketimbang pekerja kantoran biasa.
Bahkan, perempuan berusia 31 tahun ini pernah menghabiskan waktu lebih dari 24 jam nonstop hanya untuk menyelesaikan proses syuting.
Baca juga: Rachel Amanda Punya Julukan Mandor
"Kalau dulu sih pernah, sampai 25 jam gitu bahkan jatuhnya. Padahal kita (aktor) kan hitungannya freelance, nggak ada jam kerja pasti," kata Rachel Amanda di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Mirisnya, Rachel mengaku tidak menyadari dirinya sedang dieksploitasi kala itu.
Faktor usia yang masih belia serta lingkungan industri yang menormalisasi kerja rodi membuat dirinya hanya bisa pasrah mengikuti ritme yang ada.
"Back then, mungkin karena umurku juga masih lebih muda, kayaknya belum ngeh bahwa itu eksploitasi. Karena dulu sistemnya seperti itu dan semua orang mewajarkan," ujar Rachel Amanda.
Kapok Kerja Rodi, Kini Pilih Selektif
Situasi masa lalu Rachel ini sangat relevan dengan premis film terbaru yang dibintanginya, Monster Pabrik Rambut.
Film tersebut menggambarkan bagaimana sebuah sistem mampu mencuci otak para pekerja hingga menganggap jam kerja tidak manusiawi sebagai hal yang lumrah.
Lebih lanjut, Rachel tak menampik rasa sungkan serta ketakutan untuk bersuara menjadi alasan utama mengapa banyak aktor memilih bungkam saat haknya dirampas.
Belajar dari pengalaman kelam tersebut, bintang film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini tersebut kini jauh lebih protektif terhadap dirinya sendiri.