Kejadian Buruk Terus Menimpa, Valentino Rossi Antara Marah, Kecewa, Pasrah, dan Menyerah
Rentetan kejadian buruk seolah silih berganti terjadi pada Valentino Rossi. Periode tergelap dalam kariernya
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Valentino Rossi harus menghadapi periode buruk dalam karier balapnya.
Rentetan kejadian buruk seolah silih berganti terjadi pada pebalap berjuluk The Doctor tersebut.
Baca juga: Valentino Rossi Kena Covid-19, Ini Para Atlet Top Dunia yang Terinfeksi Corona dan Sembuh
Dalam tiga balapan MotoGP 2020 terakhir, dia gagal menyentuh garis finis.
Mulai dari MotoGP Emilia Romagna, Catalunya, hingga yang terkini seri balap Perancis di Le Mans, Minggu (11/10/2020).
Pebalap Monster Energy Yamaha itu "selesai" lebih cepat di Le Mans karena terjatuh pada lap pertama di tikungan tiga.
Rentetan kegagalan itu membuat Valentino Rossi tercecer ke peringkat ke-13 klasemen MotoGP 2020 dengan 58 poin.
Peluang menjadi juara pada musim ini menipis.
Marah Campur Kecewa
Kans juara benar-benar tertutup total saat Valentino Rossi dipastikan harus absen di dua seri yang berlangsung di Aragon.
"Saya sangat kecewa karena saya harus absen balapan di Aragon," ujar pria berusia 41 tahun di laman media sosial Twitter.
"Saya sedih dan marah karena saya melakukan yang terbaik untuk menghormati protokol dan meski hasil tes pada Selasa lalu negatif, saya melakukan isolasi mandiri sejak kedatangan saya dari Le Mans," tambahnya.
Pasrah dan Menyerah
Realistis dan pasrah.
Sikap itu tersirat dari pernyataan pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi.
Baca juga: Malunya Valentino Rossi, Jatuh Tiga Kali Beruntun, Tak Mampu Selesaikan Satu Lap Pun