Naomi Osaka Alami Depresi Kalau Ikut Jumpa Pers, Begini Sikap Penyelenggara Turnamen Prancis Terbuka
Naomi Osaka yang mengundurkan diri dari Prancis Terbuka karena dia mengaku mengalami depresi gara-gara ikut jumpa pers. Sikap Penyelenggara melunak
Editor: Muhammad Barir
Ini lantaran beberapa pertanyaan yang diajukan terkadang 'dengan tanpa sengaja' bisa menurunkan rasa kepercayaan diri.
Hal tersebut tentu akan mengganggu kondisi kesehatan mental para atlet, dan Naomi tidak ingin hal itu terjadi padanya.
Ia menuliskan keputusannya untuk tidak ikut di sesi wawancara dalam sebuah unggahan di media sosialnya.
"Aku menulis ini (postingan di media sosial) untuk mengatakan bahwa aku tidak akan melakukan sesi wawancara bersama dengan pers selama Roland Garros (sebutan lain untuk French Open)," tulis Naomi dalam pernyataan yang ia unggah di Instagram dan Twitter, Kamis (27/5/2021).
Ia pun memberikan alasan mengapa tak ingin menjalani sesi bersama pers selama pertandingannya di French Open.
"Aku merasa bahwa orang-orang (pers) tidak mempedulikan kesehatan mental para atlet dan hal ini terjadi setiap kali aku melihat atau mengikuti konferensi pers," tulisnya lebih lanjut.
Naomi Osaka pun menunjukkan bagaimana situasi yang ia maksud dapat memengaruhi kondisi mental para atlet itu.
Contohnya adalah pertanyaan berulang yang diajukan kepada atlet, di mana pertanyaan tersebut "menimbulkan keraguan dalam pikiran mereka".
Naomi tidak ingin pertanyaan seperti itu merasuki pikiran dan memengaruhi kesehatan mentalnya.
"Aku telah menyaksikan beberapa video atlet yang sedih karena kalah dalam pertandingan, bertambah hancur saat dirinya berada di ruang konferensi pers.
"Aku percaya bahwa pertanyaan dapat memperburuk kondisi mental para atlet pada saat itu, dan aku tidak mengerti mengapa hal tersebut tetap dilakukan."
Ia pun memberikan contoh tayangan klip berisikan wawancara Venus Williams yang kala itu masih sangat muda dengan seorang pers.
Venus Williams terlihat menjawab pertanyaan dari pers dengan percaya diri ketika ia mengatakan, "Aku yakin dan percaya aku bisa mengalahkannya," merujuk pada pertandingan yang akan ia lakukan selanjutnya.
Namun alih-alih mendukung Venus Williams dengan kata-kata positif yang membangkitkan semangat dan rasa kepercayaan dirinya, sang pewawancara justru memberikan komentar bahwa Venus 'terlalu yakin dan gampang mengucapkannya.'
Sang ayah dan pelatih Venus Williams bahkan harus menyela dan mengingatkan pewawancara bahwa komentarnya dapat memengaruhi kepercayaan diri Venus yang kala itu masih berusia 14 tahun dan ia merupakan perempuan berkulit gelap.
Sang ayah dan pelatih menyuruh sang pewawancara untuk membiarkan Venus memberikan jawaban itu untuk meningkatkan rasa kepercayaan dirinya.
Contoh kejadian lain yang Naomi tunjukkan adalah wawancara Serena Williams beberapa bulan lalu.
Dalam video itu, Serena nampak menangis sambil meninggalkan ruang konferensi pers. Serena tidak kuat dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh satu pewawancara yang menyinggung kemungkinannya pensiun setelah kalah dalam suatu pertandingan.
Oleh karena hal ini, Naomi pilih tak ikuti sesi wawancara karena tidak ingin kesehatan mentalnya terganggu oleh pertanyaan dari wartawan.
Terakhir, Naomi berharap bahwa semua pihak mengerti keputusannya untuk tidak melakukan wawancara selama French Open karena ia peduli akan kesehatan mentalnya.
Keputusan Naomi yang ia unggah di media sosialnya ini sontak mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk para atlet tenis. (*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.