Tribun Sport

Jabar dan Banten Juara Umum Bersama Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional 2021

Kontingen Banten dan Jawa Barat keluar sebagai juara umum bersama dalam gelaran Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VIII

Editor: Toni Bramantoro
Jabar dan Banten Juara Umum Bersama Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional 2021
Dok. Humas Deputi 3 Kemenpora
Jabar dan Banten Juara Umum Bersama Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional 2021 

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Kontingen Banten dan Jawa Barat keluar sebagai juara umum bersama dalam gelaran Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VIII Tahun 2021 yang berlangsung di Stadion Tanjung Pandan. Pada Jumat dan Sabtu (22-23/10/2021).

Tampilnya Banten dan Jawa Barat sebagai juara umum bersama, usai masing-masing menggondol dua kemenangan, dimana Banten berhasil menjadi juara di cabang olahraga Lari Balok dan Panah Tradisional.

Sedangkan Jawa Barat berhasil menjadi juara di cabang olahraha Egrang dan Ketapel. Sementara Kalimantan Tengah menjadi juara di cabang olahraga Sumpitan.

Usai penutupan Potradnas VIII ini, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan jika olahraga tradisional merupakan kekayaan budaya yang luhur dan agung, dimana olahraga sangat membuat hidup aktif dan jasmani sehat.

"Olahraga tradisional selalu dalam kemasan kegembiraan, baik dalam pesta-pesta sebuah hasil budidaya seperti cocok tanamnya sukses, biasanya dibarengi dengan pesta olahraga tradisional. Itu ciri khas awalnya sehingga perlu kita lestarikan dan ajang Potradnas ini bagian untuk melestarikan," ujar Raden Isnanta.

Dalam rangka melestarikan ajang yang diikuti oleh 374 peserta dari 18 Provinsi dan tiga Kabupaten itu, Raden Isnanta coba mengkombinasikannya dengan pariwisata, lantaran sejalan dengan konsep yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam peringatan Haornas 2021 lalu.

"Olahraga tradisional sangat mungkin dikombinasikan dengan pariwisata, karena olahraga tradisional ini erat kaitannya dengan budaya dan pariwisata juga bisa dilihat dari dimensi budayanya, kuliner serta alam," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltung, Isyak Meirobie mengatakan jika kegiatan seperti Potradnas ini sangat diharapkan untuik menjadi stimulator kebangkitan setelah bertarung melewati pandemi gelombang kedua Covid-19.

"Melalui Potradnas ini menjadi indikator kebangkitan Indonesia dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi," tutur Isyak Meirobie.

Lebih lanjut dirinya juga berkeinginan jika Kabupaten Belitung kedepannya memiliki gelanggang olahraga tradisional yang berkelas internasional.

"Kita punya alam yang bagus, seperti pantai yang bisa menjadi gelanggang olahraga tradisional dan harapan saya sekaligus impian kami tidak hanya menonton cabang olahraga yang global di televisi, sehingga harapan kami orang-orang di luar negeri nonton kita semua sedang mempertandingakan olahraga tradisional," jelasnya.

Isyak Meirobie juga mengatakan jika hal tersebut bisa menjadi sebuah stimulator bagi mereka untuk ikut serta dalam olahraga tradisional ini.

"Olahraga tradisional ini mengandung kearifan lokal dan kebudayaan, sehingga dari kearifan lokal dan kebudayaan ini akan lahir kekuatan bangsa dan kemudian akan menjadi kekuatan yang membanggakan Indonesia di mata internasional. Untuk itu, segala enerji harus kita curahkan untuk membesarkan olahraga tradisional ini," katanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas