Tribun Sport

Verawaty Fajrin Meninggal

Verawaty Fajrin dalam Kenangan Herry IP dan Candra Wijaya, Sosok Tegas yang Suka Guyon

Pelatih yang dijuluki coach Naga Api tersebut mengenang Verawaty sebagai sosok yang tegas.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Verawaty Fajrin dalam Kenangan Herry IP dan Candra Wijaya, Sosok Tegas yang Suka Guyon
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kerabat melakukan tabur bunga dan berdoa di pusara legenda bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin usai dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (21/11/2021). Verawaty Fajrin meninggal dunia di usia 64 tahun akibat mengidap penyakit kanker paru-paru. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Candra mengingat momen yang luar biasa bagi dirinya kala pernah diundang untuk bermain bulu tangkis bersama.

Selain itu, peraih emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan juga pernah memberi penghargaan kepada Verawaty.

"Tentu saya juga turut merasa kehilangan dan duka sedalam-dalamnya. Terlebih lagi pada 2018, kami sebagai insan bulu tangkis yang juga sudah 10 kali ya membuat kejuaraan bulu tangkis juga," ujar Candra.

"Terakhir saya memberi penghargaan juga untuk almarhum untuk Kak Vera. Ini juga menjadi suatu momen luar biasa karena beliau adalah pejuang, pahlawan, atlet bulu tangkis yang sudah banyak sekali mengharumkan nama bangsa," lanjutnya.

Ia berharap semangat Verawaty dapat menjadi contoh bagi pebulu tangkis Indonesia lainnya, khusunya di sektor putri.

"Semangat beliau yang luar biasa adalah dedikasi dan mentor dia yang sangat kuat.
yang mungkin sangat perlu atau layak patut dicontoh untuk kita semua apalagi untuk tunggal putri, ganda putri kita," kata Candra.

Seperti diketahui, Verawaty Fajrin meninggal dunia pada Minggu (21/11/2021) sekira pukul 06.58 WIB.

Verawaty meninggal di Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais, Jakarta, pada usia 64 tahun.

Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan lantaran menderita sakit kanker paru-paru. 

Hingga akhir hayatnya, Vera meninggalkan suami, Fadjriansyah Bidoein, seorang anak Fidyandini dan dua cucu.

Semasa masih aktif di dunia bulutangkis, wanita kelahiran 1 Oktober 1957 ini memilki segudang prestasi, baik di nomor tunggal maupun ganda.

Dia bertarung di tiga nomor kategori, seperti tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Prestasi yang paling diingat adalah keberhasilannya merebut 12 medali emas SEA Games sepanjang kariernya. (M31)

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas